Banyak sekali tempat berolahraga (fitness center) yang menjamur di Indonesia; belum lagi pusat-pusat layanan kesehatan yang kini dapat ditemui hampir di setiap sudut kota, mengikuti program yang disarankan oleh WHO. Ketersediaan informasi mengenai kesehatan dan kebugaran tubuh dapat di akses di manapun dan dari manapun, semua gratis! Pengetahuan mengenai bagaimana cara hidup sehat seperti jenis makanan yang baik dan buruk, olahraga, pola makan, pola kerja, penyakit, pengobatan dan berbagai informasi lainnya hadir di berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun internet.

Tapi, penelitian menyebutkan bahwa penyakit kronis lebih sering disebabkan oleh satu hal yang kadang luput dari perhatian kita: Gaya Hidup. Perkiraan sekitar 80% penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2, dan 40% penyakit kanker sebenarnya bisa dihindari apabila faktor-faktor riskan yang disebabkan oleh gaya hidup dieliminasi sedemikian rupa. Akan tetapi, sebagian besar dari kita masih dan terus mengalami penyakit-penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup tersebut. Ini artinya, masih ada yang salah dengan kualitas, pola, dan gaya hidup kita. Berikut di antaranya:

Pola Makan dan Jenis Makanan

Banyak orang sekarang menjalani gaya hidup tidak sehat. Untuk menghemat waktu, kita cenderung menyukai makanan siap saji atau instan. Makanan siap saji juga identik dengan waktu makan yang cepat, untuk menghemat proses masak sekaligus proses makan. Yah, Kita bisa bilang, “kerja untuk hidup” atau “waktu adalah uang”. Sebagai bangsa Asia, kita dimanjakan oleh berbagai jenis makanan yang kemudian memiliki kemasan modern sebagai “makanan siap saji”, sebut saja mi instan, dan sekarang ada pula “bubur instan”. Belum lagi jenis-jenis makanan lain yang mengandung kalori tinggi berasal dari lemak hewani, daging, dan roti-rotian. Makanan berlemak tinggi dan bervitamin rendah justru “menginjeksikan” racun ke dalam tubuh kita, dan bukannya nutrisi yang semestinya sangat dibutuhkan.  Pada akhirnya kita cenderung rentan dan mudah sekali mengalami serangan jantung, obesitas, hipertensi, diabetes, dan kanker.

Aktivitas Harian

Penelitian menunjukkan sekitar 14% sampai 20% kanker yang menyebabkan kematian berkaitan dengan kelebihan berat badan dan obesitas, yang biasanya diakibatkan oleh kurangnya aktivitas tubuh. Kita harus tetap aktif untuk membakar lemak dan kalori, meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa darah, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Sekarang ini, banyak orang cenderung menghabiskan waktu dengan bermain game atau browsing, bertelepon, menonton tv dan film dibanding berolahraga atau aktivitas lain yang membutuhkan gerak tubuh maksimal. Tingkat aktivitas tubuh yang rendah ditambah dengan konsumsi kalori yang tinggi menyebabkan berbagai resiko kesehatan kompleks seperti berat badan berlebih, resiko penyakit kardiovaskular, hingga kematian prematur (termasuk di antaranya karena penyakit jantung, diabetes, dan kanker).  Studi juga menyebutkan gaya hidup dan rutinitas yang buruk dapat mempercepat proses penuaan (penuaan dini).

Stress Akut

Sekarang, stress dikenal sebagai pemicu kematian. Jumlah orang-orang yang menderita tekanan (stress) psikologis baik dari kalangan anak-anak, remaja, dan dewasa meningkat. Perlu diketahui pula bahwa stress merupakan salah satu penyebab penyakit Alzheimer, penuaan dini, darah tinggi, penyalahgunaan obat-obatan, serta gangguan pola tidur dan makan. Seseorang yang mengalami stress akut cenderung rentan terhadap penyakit, sebab stress akut menyebabkan kekebalan tubuh menurun. Itulah mengapa gaya hidup yang sehat, pola hubungan dengan orang sekitar yang baik, menghindari alkohol dan drugs, mendekatkan diri pada Tuhan dan mempertebal iman adalah jalan utama menghindari stress akut yang dapat merenggut kesehatan anda dan membawa pada penyakit jangka panjang serta kematian dini. Menciptakan kebahagiaan lahir dan batin menghindarkan anda dari berbagai stress.

Kebiasaan Berbahaya

Beberapa orang mencoba “membunuh rasa sakit” yang mereka derita dengan mengkonsumsi tembakau (rokok), alkohol, dan bahkan obat-obatan terlarang (narkoba). Akibatnya? Bukan hal yang ringan atau main-main. Merokok  menyebabkan sekurang-kurangnya 15 jenis kanker, di antaranya kanker pada nasopharynx, rongga hidung, rongga mulut, paru-paru, pankreas, ginjal, dan organ-organ lainnya, bahkan dapat menyebabkan leukemia myeloid akut. Sementara itu, alkohol meningkatkan resiko kanker mulut, larynx, pharynx, oesofagus, payudara, dan hati. Seorang pria yang yang minum lebih dari dua botol minuman beralkohol dan seorang wanita yang minum lebih dari satu botol minuman beralkohol memiliki resiko sama tingginya untuk mengidap penyakit-penyakit tersebut. Jelas, berarti wanita lebih mudah mengalami penyakit kanker karena alkohol.

Ada banyak penelitian di Amerika dan beberapa negara lain menyebutkan bahwa 1/3 kematian karena kanker disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas tubuh. Bahkan ada penelitian yang menyimpulkan bahwa jumlah penderita diabetes yang berkisar 5,6% di tahun 2006 akan bertambah menjadi dua kali lipat, sekitar 12%, di tahun 2050. WHO memperkirakan jumlah orang yang memiliki berat badan berlebih akan bertambah sekitar 2.3 milliar di tahun 2015, dan jumlah penderita obesitas sekurang-kurangnya adalah 700 juta.

Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penyakit-penyakit kronis sebenarnya bisa dihindari dengan cara yang sangat mudah dan tanpa biaya: pola makan sehat; aktivitas tubuh yang seimbang; menghindari stress; dan, menghindari rokok, alkohol, dan drugs. Masihkah anda menyepelekannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s