Hikmah Berbakti Kepada Orangtua

Selain seorang nabi, Sulaiman a.s. juga seorang raja terkenal. Atas izin Allah ia berhasil menundukkan Ratu Balqis dengan jin ifrit-Nya. Dia dikenal sebagai manusia dapat berdialog dengan segala binatang. Dikisahkan, Nabi Sulaiman.

Selain seorang nabi, Sulaiman a.s. juga seorang raja terkenal. Atas izin Allah ia berhasil menundukkan Ratu Balqis dengan jin ifrit-Nya. Dia dikenal sebagai manusia dapat berdialog dengan segala binatang. Dikisahkan, Nabi Sulaiman sedang berkelana antara langit dan bumi hingga tiba di satu samudera yang bergelombang besar. Untuk mencegah gelombang, ia cukup memerintahkan angin agar tenang, dan tenang pula samudera itu.

Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan jin Ifrit menyelam ke samudera itu sampai ke dasarnya. Di sana jin Ifrit melihat sebuah kubah dari permata putih yang tanpa lubang, kubah itu diangkatnya ke atas samudera dan ditunjukkannya kepada Nabi Sulaiman. Melihat kubah tanpa lubang penuh permata dari dasar laut itu Nabi Sulaiman menjadi terlalu heran, “Kubah apakah gerangan ini?” fikirnya.

Dengan minta pertolongan Allah, Nabi Sulaiman membuka tutup kubah. Betapa terkejutnya dia begitu melihat seorang pemuda tinggal di dalamnya.
“Sipakah engkau ini? Kelompok jin atau manusia?” tanya Nabi Sulaiman keheranan.
“Aku adalah manusia,” j awab pemuda itu perlahan.

“Bagaimana engkau boleh memperolehi karomah semacam ini?” tanya Nabi Sulaiman lagi.
Kemudian pemuda itu menceritakan riwayatnya sampai kemudian memperolehi karomah dari Allah boleh tinggal di dalam kubah dan berada di dasar lautan.

Diceritakan, ibunya dulu sudah tua dan tidak berdaya sehingga dialah yang memapah dan menggendongnya kemana pun ibunya pergi. Si anak selalu berbakti kepada orang tuanya, dan ibunya selalu mendoakan anaknya. Salah satu doanya itu, ibunya selalu mendoakan anaknya diberi rezeki dan perasaan puas diri. Semoga anaknya ditempatkan di suatu tempat yang tidak di dunia dan tidak pula di langit. “Setelah ibuku wafat aku berkeliling di atas pantai. Dalam perjalanan aku melihat sebuah terbuat dari permata. Aku mendekatinya dan terbukalah pintu kubah itu sehingga aku masuk ke dalamnya.” Tutur pemuda itu kepada Nabi Sulaiman.
Nabi Sulaiman yang; dikenali boleh berjalan di antara bumi dan langit itu menjadi kagum terhadap pemuda itu. “Bagaimana engkau boleh hidup di dalam kubah di dasar lautan itu?” tanya Nabi Sulaiman ingin mengetahui lebih lanjut.

“Di dalam kubah itu sendiri, aku tidak tahu di mana berada. Di langitkah atau di udara, tetapi Allah tetap memberi rezeki kepadaku ketika aku tinggal di dalam kubah,” jawab Pemuda itu.
“Bagaimana Allah memberi makan kepadamu?”

“Jika aku merasa lapar, Allah menciptakan pohon di dalam kubah, dan buahnya yang aku makan. Jika aku merasa haus maka keluarlah air yang teramat bersih, lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu,”jelas pemuda itu.
“Bagaimana engkau mengetahui perbedaan siang dan malam?” tanya Nabi Sulaiman a.s yang merasa semakin heran.

“Bila telah terbit fajar, maka kubah itu menjadi putih, dari situ aku mengetahui kalau hari itu sudah siang. Bila matahari terbenam kubah akan menjadi gelap dan aku mengetahui hari sudah malam,” tutur pemuda tersebut.
Selesai menceritakan kisahnya, pemuda itu lalu berdoa kepada Allah, maka pintu kubah itu tertutup kembali, dan pemuda itu tetap tinggal di dalamnya. Itulah keromah bagi seorang pemuda yang berbakti kepada kedua orang tuanya.

Advertisements

Hikmah Sedekah

Ternyata sedekah itu tidak mengenal salah sasaran meskipun diberikan kepada pencuri, orang kaya dan pelacur. Di riwayatkan di dalam Shahih Bukhari bahwa seseorang yang bersedekah dan ingin mendapatkan pahala Sedekah secara sembunyi – sembunyi “shadaqah sirr” , tidak di ketahui orang lain, ia pun mengumpulkan uang, lalu malam – malam ia menutup wajahnya dengan kain dia mencari orang yang berhak.

Lalu ia lihat ada seorang yang termenung di malam hari, diam saja, duduk saja, tidak bicara, tidak apa duduk saja di pinggir jalan, “ini orang yang tidak mampu, tengah malam masih belum tidur, masih duduk di sini” maka di lemparkannya uang itu pada orang itu dan ia pun pergi melarikan diri supaya orangnya tidak tau dia yang memberi, maka keesokan harinya
dia sudah gembira, sudah sedekah dengan sedekah sembunyi – sembunyi, esok harinya dapat kabar gempar kampung karena seorang pencuri dapat harta di beri orang yang tidak di kenal, dia berkata : Wahai Allah Bagi Mu segala puji, aku mau sedekah sembunyi – sembunyi, ternyata yang ku beri pencuri, pencuri sedang menunggu kesempatan untuk mencuri, menanti waktu untuk mencuri, di kira dia seorang Fuqara padahal ia pencuri, ia berkata “berarti aku tidak akan berhenti, aku akan lanjut lagi”

Ia pun mengumpulkan uang lagi, sudah terkumpul ia keluar lagi di malam hari.Lantas ia melihat seorang tua renta, yang berjalan tertatih – tatih dengan tongkatnya, pelan – pelan jalannya tidak ada yang menemaninya, tidak ada yang mendampinginya, “ini pasti orang susah” dia lemparkan uang itu dalam sebuah kantong kepada orang tua itu dan dia pun lari pergi, keesokan harinya gempar orang terkaya di kampung itu, yang paling kikir dapat sedekah sembunyi – sembunyi semalam, maka ia pun berkata : Wahai Allah Bagi Mu segala puji, aku jadi memberi orang yang paling kaya, yang paling kikir, tidak berguna sedekahku, yang pertama di berikan pada pencuri yang ke dua ternyata salah beri juga, di berikan kepada orang yang kaya dan paling kikir.

Lantas dia tidak kapok, tapi ketiga kalinya dia berbuat dia mencari wanita saja, dia lihat “nah ini wanita sedang duduk” maka di berikan padanya harta itu dan keesokan harinya, gempar lagi kampung itu, seorang pelacur mendapatkan sedekah yang sembunyi – sembunyi, ia katakan “Yaa Rabb cukup 3 kali”  Wahai Allah sudah cukup ini, pencuri yang kuberi, yang kedua orang kaya paling kikir yang ketiga pelacur, sudah aku tidak mau bersedekah lagi.

Maka Allah subhanahu wata’ala tunjukan beberapa tahun kemudian, bahwa Allah subhanahu wata’ala membukakan kemuliaan dari uang halal yang ia berikan itu jauh lebih dari pada maksud yang dia kehendaki, ia inginkan beri kepada orang Fuqara tapi Allah sampaikan uang Nya pada pencuri, pencuri biasa makan uang haram apakah ia terus mencuri, malam itu pencuri itu dapat uang halal dari orang yang  sedekah sembunyi – sembunyi,  harta yang haram itu mempengaruhi tubuh kita, harta yang halal juga mempengaruhi, kalau harta yang halal mempengaruhi kita untuk ingin beribadah, maka pencuri itu mendapatkan itu dia bersyukur.

“Subhanallah, aku selama ini terus menerus mencuri sekarang Allah beri” ia pun Taubat, tidak lama orang ini yang penyedekah pertama setelah sekian tahun dia dengar kabar ada seorang wali Allah yang wafat maka ia mendatangi jenazahnya, “ini kalau tidak salah ini yang dulu ku beri, dulu pencuri” dia bertanya “ini orang asal muasalnya dimana”  “dulu dia pencuri , gara – gara ia dapat uang di tengah malam, di beri oleh seorang penyedekah yang tidak ia kenal dia Taubat sampai dia menjadi Wali Allah subhanahu wata’ala”,
dia berkata “Subhanallah” Allah disampaikan derajatnya menjadi Wali Allah dari harta orang ini karena sedekahnya sembunyi – sembunyi dan ikhlas niatnya walaupun nyampainya kepada pencuri.

Yang kedua maka dia pun berkata,  “Wahai Allah, selesai janjiku dari yang pertama yaitu pencuri lalu bagaimana dengan orang tua yang kikir” orang tua yang kikir itu tidak berapa lama ia membangun suatu rumah untuk Sedekah untuk yatim dan anak – anak miskin dan Fuqara, Kenapa ? karena ia jadi Taubat Ia ingat “aku ini orang kaya disedekahi orang, karna apa ? karena aku kikir”   akhirnya ia pun bertaubat kepada Allah, ia bangun rumah Sedekah ia wakafkan, pahalanya orang ini dapat pada penyedekah pertama, demikian Dahsyatnya rahasia kemuliannya, dan ia pun berkata:  “Allah aku memahami yang ke dua, lalu bagaimana dengan yang ketiga”

Tidak ada jawaban, sudah hampir 30 tahun, lalu ia mendengar dua orang ulama, adik kakak, dua – duanya ulama yang Shaleh, dua – duanya pemuda, maka ia berkata  “aduh aku ingin kenal dengan dua pemuda ini” sulit di jumpai, di ikuti muridnya, untuk berjumpa sulit, hebat sekali ini adik kakak ini, dua – duanya ulama, dua – duanya Shaleh, dua – duanya berhasil dan sukses, maka ia Tanya  “ini asal muasalnya anak ini ulama ini dari mana ? dua pemuda ini” “ini dulu ibunya pelacur tapi gara – gara di beri sedekah oleh seorang yang sedekah sembunyi – sembunyi, Taubat lantas kemudian dia pakai uang itu untuk menyekolahkan dua anaknya ini untuk menjadi ulama, sampai menjadi ulama besar”

Maka orang ini sujud kepada Allah, Rabbiy Kau tidak kecewakan hamba – hamba Mu, demikian kasih sayang Ilahi subhanahu wata’ala, ribuan orang yang bertaubat dari kedua anak itu mendapatkan pahalanya kepada si pemberi yang pertama, walaupun awalnya terlihat buruk namun akhirnya Allah buat sedemikian indah.

Hikmah Berjilbab

Hikmah berhijab:

1. Semua perintah AIloh dan RasulNya r apabila dikerjakan pasti membawa manfaat. Diantara manfaat jilbab bagi kaum wanita adalah sebagai berikut: Untuk membedakan antara wanita muslimah dan lainnya, berdasarkan firmanNya: “Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal”. Tentunya wanita muslimah lebih bangga dengan jilbabnya, karena inilah kemuliaan dari Allah.

2. Jauh dari gangguan orang munafik dan laki-laki yang fasik, karena firman-Nya “karena itu mereka tidak diganggu” Wahai ukhti muslimah! Terimalah ketentuan Allah yang selalu belas kasihan kepada hambaNya.

3. Mendapat ampunan dan rahmat dari Allah sebagaimana firman-Nya: “Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang “.

4. Menjaga kesucian hati bagi kaum pria dan wanita. (Lihat keterangan surat Al-Ahzab: 53 di atas)

5. Mewujudkan akhlak yang mulia, rasa malu, menghormati dirinya dan orang lain.

6. Sebagai tanda wanita afifah, yakni wanita yang menjaga kehormatan dirinya dari hal-hal yang mengganggunya. Syaikh Bakr Abu Zaid berkata: “baiknya lahir seseorang menunjukkan baik batinnya”. (Lihat Hirosatul Fadhilah hal: 85).

7. Memutus ketamakan dan bahaya syetan, karena dengan jilbab berarti menjaga masyarakat dari gangguan dan penyakit hati kaum pria dan wanita, dan mencegah perbutan zina.

8. Menjaga sifat malu, hal ini merupakan perhiasan utama bagi wanita, jika rasa malu hilang, hilang pulalah kehidupan, karena haya’ yang berarti malu diambil dari kata hayat yang berarti kehidupan.

9. Membendung wanita untuk bersolek, berhias diri di hadapan orang lain dan membendung pergaulan bebas serta menuju pembentukan masyarakat yang Islami.

10. Menutup celah-celah perzinaan, sehingga wanita bukan merupakan makanan empuk bagi setiap penjilat.

11. Wanita adalah aurat, sedangkan jilbab merupakan penutupnya.

Allah berfirman: Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi `auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS. Al-A’rof: 26).

12. Membuat suami senang kepadanya. (Hirosatul Fadhilah hal. 84-88 ).

Hikmah Bersyukur

Dahsyatnya Keutamaan Bersyukur
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”.” (QS. Ibrahim: 7)

Sungguh dahsyat nya keutamaan bersyukur jika kita renungi bersama bahwa sesungguhnya bersyukur akan membawa kita kepada Ridho-Nya.dengan bersyukur hati kita akan menjadi lapang dan bahagia.betapa tidak,jika kita renungi bersama begitu banyak diantara kita sering mengeluh dan mengingkari nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.biasanya kita melihat orang lain diatas kita,sehingga kita tidak bersyukur kepada keadaan kita sekarang.apa yang ada jarang di syukuri dan apa yang tiada sering kita risaukan.maka marilah kta syukuri apa yang ada pada diri kita sekarang niscahya Allah akan menambahkan kenikmatan kepada kita ,seperti yang termaktub dalam Surat Ibrahim:7

Lebih dari setengah rasa susah dan rasa menderita yang dialami kebanyakan orang bersumber dari melihat kenikmatan orang lain.seperti contoh, kita melihat teman kita mengendarai sebuah mobil yang bagus.lantas kita mengatakan kepada diri kita sendiri,teman ku ini bisa mengendarai mobil yang bagus,sedangkan aku hanya sanggup naik angkot.atau contoh seperti ini,temanku punya HP Blackberry sedangkan aku HP jadul yang sudah ketinggalan jaman,sungguh aku tidak dapat menerima nya.

Contoh diatas adalah suatu kejadian yang sering kita alami.kita terkadang terbujuk oleh rayuan setan sehingga kita melupakan nikmat Allah,dan justru memalingkan diri dengan memandang kenikmatan orang lain,sehingga kita terjerumus dalam kesusahan,kesedihan,dan menganggap rendah nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita.

Marilah kita berfikir,lihatlah seandainya Allah memberi kita mobil yang kita inginkan seperti teman kita,atau sebuah HP Blackberry yang kita idam-idamkan,pertanyaan nya apakah kita akan merasa puas?barangkali kita akan mengatakan IYApadahal tidak sama sekali.

Mungkin kita akan bersyukur memiliki barang tersebut hanya untuk sementara waktu saja,setelah itu biasa nya kita akan mencari-cari mobil yang lebih mewah atau HP Blackberry yang lebih canggih.betul?

Penyebabnya ialah nafsu kita sendiri yang sudah terbentuk melihat-lihat kenikmatan orang lain yang ada diatas kita,sehingga kita tidak bersyukur atas apa yang telah kita miliki,padahal Rasulullah SAW bersabda:
“Lihatlah orang yang dibawah kalian dan janganlah kalian melihat orang diatas kalian.karena sesungguh nya itu lebih pantas ,agar kalian tidak memandang rendah atas nikmat Allah yang diberikan kepada kalian (HR Bukhari)”

masihkah kita berkeluh-kesah mengingkari nikmat Nya?

Bahkan karena begitu dahsyatnya keutamaan bersyukur,sampai seorang pemikir dari Barat yang bernama James Ray,yang dikutip dari buku The Secret dia mengatakan :
“Syukur adalah bagian mendasar dari ajaran-ajaran guru besar sepanjang sejarah. Dalam buku yang mengubah hidup saya, The Science of Getting Rich, ditulis oleh Wallace Wattles di tahun 1910, syukur adalah bab yang terpanjang. Setiap guru yang ditokohkan dalam buku Rahasia ini menggunakan syukur sebagai bagian dari hari mereka. Sebagian besar dari mereka memulai hari dengan pikiran dan perasaan syukur”.

Jika kita perhatikan dari pernyataan diatas, sungguh begitu penting nya bersyukur dan bersyukur merupakan sesuatu yang universal untuk seluruh umat manusia yang ingin meraih kebahagiaan,tidak memandang apakah dia muslim atau non muslim bersyukur merupakan suatu daya tarik menarik atas apa yang kita inginkan.menurut Hukum Daya Tarik (Law OfAttraction).

Bersyukur merupakan sarana penambah nikmat untuk kita.jika kita ingin diberi nikmat lebih oleh-Nya,sebaliknya jika kita mengingkari atas nikmat Allah,sesungguh nya azab Allah sangat pedih,maka marilah kita bersyukur pada Nya.

Lalu bagaimana cara kita bersyukur? Para ulama mengemukakan tiga cara bersyukur kepada Allah.
Pertama, bersyukur dengan hati nurani. Kata hati alias hati nurani selalu benar dan jujur.
Kedua, bersyukur dengan ucapan.Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah Hamdalah.
Ketiga, bersyukur dengan perbuatan, yang biasanya dilakukan anggota tubuh

Adapun manfaat bersyukur yang dapat kita peroleh adalah sebagai berikut:

  • Allah akan menambahkan nikmat seorang hamba nya yang bersyukur
  • Jauh dari sifat ingkar terhadap nikmat Allah
  • Allah akan selalu mengingat kepada orang yang senantiasa bersyukur
  • Membuat hati kita menjadi lapang dada dan bahagia
  • Terhindar dari azab Allah yang begitu pedih yang disebabkan karena tidak bersyukur
  • Jika kita melihat Hukum Daya Tarik (law of attraction), bersyukur akan meningkatkan kekuatan kita menarik apa yang kita inginkan. Kekuatan hukum ini akan sebanding dengan keyakinan dan perasaan positif. Sementara semakin banyak kita bersyukur, akan semakin banyak perasaan positif pada diri kita.
  • membuang energi negatif di dalam diri kita dan dengan izin Allah menggantikannya dengan energi positif di dalam diri kita.sehingga segala perasaan buruk, penyakit hati seperti marah, dengki, kecewa, dendam yang tersimpan di dalam diri kita akan ter-eliminasi.

Dan masih banyak lagi dahsyatnya keutamaan bersyukur yang luar biasa manfaat nya bagi diri kita,oleh karena itu,marilah bersama-sama kita bersyukur kepada Allah SWT agar diberikan jalan yang terbaik bagi kehidupan kita.
Kemudian izinkanlah penulis memberikan sedikit kutipan lirik lagu favorit penulis,yang sangat indah dan inspiratif,hasil karya dari sebuah Band Indonesia yang bernama Alexandria berjudul Bersyukur.mari kita simak dan resapi untaian lirik berikut :

Bersyukurlah hanya pada-Nya
Semua memuji keagungan-Nya
Bersyukurlah
 atas nikmat-Nya
Ungkapkan rasa cinta pada-Nya
Kita di dunia hanya sementara
Mencari jalan menuju sorga-Nya
Bersihkan hati bila kita berdosa
Ikhlaskan hati berserah kepada-Nya

Jika kita renungi untaian lirik diatas,sungguh begitu indah dan penuh hikmah, mengingatkan kita untuk tetap selalu bersyukur atas nikmat Nya.dan agar kita selalu memiliki hati yang ikhlas,untuk menuju taman Firdaus.karena kita hidup di dunia ini hanya untuk sementara,kehidupan akhirat lah yang merupakan kehidupan yang sebenarnya atau merupakan kehidupan abadi.semoga kita termasuk kepada orang-orang yang selalu bersyukur dan memuji keagungan Nya,Amin.

Hikmah Aqiqah

Setiap perintah yang datangnya dari Allah SWT dan Rasulullah SAW pastilah mengandung hikmah dan keutamaan.
Diantara hikmah aqiqah adalah :1. sebagai ungkapan rasa syukur dengan telah dianugerahkannya anak dan karunia kepada
kita, yang merupakan nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
2. Sebagai wasilah (perantara) untuk memohon kepada Allah agar anak yang baru lahir
itu dijaga dan dibimbing kepada jalan yang diridhoi-Nya.
3. Sebagai sarana mempererat dan menguatkan ta;i silahturahmi baik diantara keluarga,
tetangga, saudara maupun bagi kerabat dan juga sahabat.
4. Sebagai sarana menjalin ikatan sosial, antara lain dengan fakir miskin dan anak
yatim.

Mengaqiqahkan Orang Lain.

Diperbolehkannya selain wali anak, untuk dapat mengurusi sembelihan nasikah dan tidak ada larangan dalam hal itu. Dalilnya adalah perkataan “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam” dari hadits Samurah Radhiyallahu ‘anhu.

Berkata Al-Allamah Asy-Syaukani dalam Nailul Authar (5/133) : “Ucapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “disembelih untuknya” ada dalil di dalamnya bahwa boleh bagi orang lain untuk mengurusi penyembelihan nasikah tersebut, sebagaimana bolehnya kerabat mengurusi kerabatnya dan seseorang mengurusi dirinya”.

Dalil diperbolehkannya adalah hadits dari Ibnu Abbas tentang Rasulullah saw. Yang mengaqiqahkan Hasan dan Husain.

Jika seseorang ingin mengaqiqahi orang lain (termasuk anak yatim), maka hukumnya boleh, dan sunnah bagi anak yang masih belum baligh dan lebih

Makna dan Hikmah berQurban di Idul Adha

Rasulullah bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu dia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat sholat kami.” (HR. Ahmad dan Ibn Majah)

Hadits zaid ibn Arqam, Ia berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?”, Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunahnya Bapak kalian, nabi Ibrahim as.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami peroleh dengan Qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.” Mereka menjawab: “Bagaimana dengan bulu-bulunya?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan Ibn Majah)

Dikisahkan, Nabi Ibrahim as rutin berqurban binatang ternaknya, beliau berqurban seribu ekor kambing, tigaratus ekor sapi, dan seratus ekor unta. Masyarakat di sekitarnya begitu takjub dan berkata: “Wah Ibrahim hebat!”, Dengan tidak menunjukkan itikad sombong Nabi Ibrahim menjawab: “Hewan ternak ini biasa saja, seandainya aku dikaruniai putra, Ia akan aku Qurbankan.”

Atas izin Allah SWT, Nabi Ibrahim pun dikaruniai seorang putra bernama Isma’il. Kehadiran putra yang didam-idamkan oleh beliau sehingga Ia lupa akan janjinya yang telah disebutkan diatas, Nabi Ibrahim pun ditegur oleh Allah dengan mimpi-mimpinya berulang kali yaitu untuk menyembelih putra tercintanya Isma’il as.

Sewaktu Nabi Ibrahim menyakini mimpi itu bersumber dari Allah SWT, Ia segera menyampaikan kepada putranya Isma’il as bahwa Allah SWT telah memerintahkannya untuk menyembelih Isma’il as. Jiwa kesalehan Isma’il pun diuji untuk berbakti kepada Rob-nya, Isma’il pun menurutinya. Tatkala pisau tajam yang dipersiapkan Nabi Ibrahim as akan menghunus leher Isma’il, Allah SWT melaui malaikat Jibril menggantikan Isma’il dengan seekor gibas. Gibas yang disembelih dan Isma’il selamat dari proses penyembelihan itu.

Dengan contoh yang ditunjukkan oleh nabi Ibrahim as dan isma’il itu agar setiap Muslim jangan sampai terpenjara oleh kecintaan kepada dunia (harta dan kedudukan) secara berlebihan dan membawa dirinya lupa kepada hakikat dan tujuan hidupnya yang sejati yaitu memperoleh keridhoan Allah SWT.

Ibadah Qurban memiliki hikmah dan mengajarkan umat muslim agar:

1. Menjaga Fitrahnya tetap Suci

Firman Allah: “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan” QS. Asy Syam (91):8, Seseorang tidak akan pernah sampai kepada ketaqwaan dan tidak akan memperoleh keimanan yang sejati, bila kecintaannya kepada dunia mengalahkan kecintaannya kepada Allah SWT dan Rasulnya.

2. Menguji Tingkat Ketaqwaan

Allah SWT berfiman: “……..adapun orang yang beriman, maka ia akan sangat cinta kepada Allah…”QS Albaqarah (2):165. Jadi, Qurban yang makna dasarnya persembahan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT itu merupakan upaya untuk menggapai kasih sayang-Nya.

3. Memotivasi diri untuk memiliki harta dengan berkeja keras

Nabi Muhammad SAW sangat mengecam umatnya yang telah mampu berqurban, tetapi enggan untuk menunaikannya, hal ini tergambar dalam sabdanya:  “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu dia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat sholat kami.” (HR. Ahmad dan Ibn Majah).

4. Berjiwa Sosial untuk berbagi dengan sesama

Dengan Syariat Qurban ini, kaum muslimin dilatih untuk meningkatkan rasa kemanusiaannya, mengasah kepekaannya dan menghidupkan hati nuraninya. Setiap muslim harus memiliki rasa perhatian, kepedulian, solidaritas, dan persaudaraan antara sesama.

Kesimpulannya adalah ibadah qurban mempunyai nilai ketauhidan yang sangat kental, dimana Nabi Ibrahim as dengan mengorbankan anak satu-satunya yang amat dicintainya mengajarkan umat manusia sikap bertauhid yang sesuangguhnya, Beliau membebaskan dirinya dari penghambaan kepada materi menuju penghambaan kepada Allah SWT semata. Jika seseorang telah terbiasa melakukan ibadah qurban dan mengetahui makna sebenarnya maka hatinya akan merasa lebih tentram dan nikmat dalam menjalankannya.

Hikmah dan Manfaat Sehat Shalat Fardhu 5 Waktu Bagi Tubuh Menurut Para Medis

Sudahkan Anda sholat hari ini? Ingat….!!! Shalat adalah tiang agama, dan sholat juga merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Jika seorang muslim meninggalkan shalat fardhu 5 waktu, maka sungguh berdosalah mereka. Selain sebagai kewajiban bagi orang muslim, secara medis sholat fardhu 5 waktu ternyata banyak memiliki hikmah dan manfaat bagi kesehatan tubuh.
Apa sajakah hikmah dan manfaat sehat sholat 5 waktu bagi kesehatan tubuh?
Semuanya akan kami kupas tuntas dihalaman ini, berdasarkan dari waktu pelaksanaan sholat fardhu yang dilihat dari kacamata medis.  Untuk mempersingkat waktu, silakan langsung saja simak ulasannya berikut ini.

Manfaat Shalat Fardhu 5 Waktu bagi Kesehatan Tubuh Menurut Para Medis

  1. Shalat Subuh
    Sholat subuh dilakukan sejak terbit fajar shadiq hingga hampir munculnya matahari tidak hanya akan membawa rejeki untuk kita karena sudah bangun pagi, tapi juga menerapi sistem pernapasan dan paru-paru. Seperti yang kita tahu, udara di pagi hari sangat segar dan bersih sehingga baik bagi paru-paru dan pernapasan. Keseluruhan organ tubuh kita akan mendapat pasokan nutrisi bersih yang dikirim oleh darah dari paru-paru.

    Bagusnya lagi otak pun bakal jadi jernih mendukung kita beraktivitas dengan lancar dan bersemangat di hari itu. Disebutkan juga oleh sebuah penelitian bahwa di paru-paru kita akan ada proses detoksin atau pembuangan zat racun terjadi pada waktu subuh, yang biasanya sekitar jam 3 sampai jam 5 pagi.

  2. Shalat Dzuhur
    Dilakukan pada jam 12 hingga 1 siang akan membuat jantung dan usus kecil jadi lebih sehat. Keajaiban shalat tidak hanya membawa kebaikan bagi paru-paru, tapi juga jantung dan usus kecil di mana waktu dzuhur juga adalah waktu kita penuh dengan rasa stres karena aktivitas. Shalat ini bisa jadi satu bentuk relaksasi karena air wudhu yang mampu menormalkan panas jantung kita. Fungsi jantung yang normal kemudian bisa mempengaruhi sistem lainnya. Darah dipompa oleh jantung sehingga sari-sari makanan yang dibutuhkan organ tubuh bisa dialirkan dengan baik. Setelah shalat, pasti ada kesegaran tersendiri yang bisa dirasakan. Segala pikiran sumpek dan kepenatan akan hilang, jadi bisa siap lagi untuk melanjutkan tugas atau pekerjaan yang belum selesai.
  3. Shalat Ashar
    Dilakukan setiap antara jam 3 hingga 5 sore ini bisa menyehatkan kandung kemih kita. Inilah rahasia dibalik shalat lima waktu lainnya karena pada waktu tersebut antara hawa sekitar dan hawa tubuh kita akan terjadi proses penyesuaian. Kandung kemih berfungsi sebagai pengubah cairan tubuh menjadi air seni dan membuatnya keluar dari tubuh kita, kalau bekerja dengan baik, maka di dalam tubuh kita akan terjadi keseimbangan kimiawi serta metabolisme tubuh yang terjaga dengan baik. Sebaliknya, apabila kandung kemih tidak berfungsi dengan baik, maka di tubuh kita akan ada penumpukan cairan yang berbahaya tentunya sebab cairan-cairan tersebut mengandung racun.
  4. Shalat Magrib
    Dilakukan setelah terbenamnya matahari akan membantu menyehatkan ginjal dan kandung kemih. Ini juga keajaiban di balik perintah shalat 5 waktu. Pada waktu tersebut hawa udara menurun dan lagi-lagi tubuh perlu menyesuaikan. Dengan shalat magrib, kemunduran energi panas ginjal bisa dicegah sehingga paru-paru serta limpa kecil kita kan tetap berfungsi dengan baik.
  5. Shalat Isya’
    Dilakukan antara jam 7 hingga 9 malam bisa menjadi sebuah terapi perikardium. Kelebihan energi jantung akan dibuang dan diarahkan ke titik laogong yang ada di telapak tangan oleh perikardium. Pada jam tersebut, hawa tubuh kita lebih tinggi dari hawa udara dan saatnya menyesuaikan lagi dan inilah yang disebut sebagai waktu pendinginan dan relaksasi bagi seluruh otot yang sudah bekerja seharian. Satu lagi menjadi rahasia keajaiban shalat 5 waktu yang terakhir adalah dari sudut pandang agama, shalat isya’ bisa dilakukan saat sepertiga malam, ini dikarenakan waktu tepat di mana doa bakal diberkahi.
Itulah Beberapa Hikmah, Keistimewaan dan Manfaat Sholat 5 Waktu Bagi Kesehatan Tubuh yang dapat kami share. Anda juga harus mengetahui waktu-waktu masuknya sholat fardhu. Karena, sholat yang dilakukan sebelum masuk waktu, maka sholatnya tidak shah, begitu juga sholat yang dilakukan setelah habis waktu, juga tidak shah. Maka dari itu, selalu usahakan untuk melakukan sholat fardhu tepat waktu. Selain memenuhi perintah Allah SWT, kita juga dapat manfaat sehat bagi tubuh sebagaimana yang sudah kami paparkan diatas. Jadi, Bagi yang ingin hidup sehat dan memulainya dengan mudah, shalat secara teratur bisa jadi langkah awal yang tepat. Dan tentunya Sholat 5 Waktu juga memiliki keistimewaan yang sangat luar biasa di Sisi Allah SWT.
Perintah sholat 5 waktu dalam sehari semalam merupakan salah satu wahyu yang diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW ketika Beliau diisra’kan dan dimi’rajkan oleh Allah SWT dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha, lalu diberangkatkan ke langit ke tujuh yaitu Sidratul Muntaha, dimana peristiwa bersejarah ini lebih kita kenal dengan Isra’ Mi’raj.

Hikmah Penting dalam Pensyariatan Zakat

Dalam setiap ajaran yang diperintahkan pada manusia mengandung suatu hikmah yang sangat berguna bagi orang yang melakukannya. Demikianpun dengan zakat, Hasbi ash Shiddiqy membagi hikmah zakat atas 4 sisi, yaitu hikmah bagi pihak pemberi zakat, pihak penerima zakat (mustahiq), gabungan antara keduanya dan hikmah yang khusus dari Allah.[1] Sementara Wahbi Sulaiman Goza menambahkan dari segi ekistensi harta benda itu sendiri, serta hikmah bagi pemberi zakat dan pihak masyarakat pada umumnya.[2]

a. Hikmah zakat bagi Muzakki
Jika seseorang melaksanakan kewajiban zakat, maka ia berarti telah melakukan tindakan preventif bagi terjadinya kerawanan sosial yang umumnya dilatarbelakangi oleh kemiskinan dan ketidakadilan seperti terjadinya pencurian, perampokan, maupun kekerasan yang diakibatkan oleh kekayaan.

b. Hikmah zakat bagi Mustahiq
Zakat sesungguhnya bukanlah sekedar memenuhi kebutuhan para mustahiq akan tetapi memberi kecukupan dan kesejahteraan kepada mereka dengan cara memperkecil penyebab kehidupan mereka menjadi miskin.

c. Hikmah zakat keduanya
Zakat sebagai suatu kewajiban dan kebutuhan bagi seorang muslim yang beriman. Menghilangkan rasa kikir bagi pemilik harta serta membersihkan sikap dengki dan iri hati bagi orang-orang yang kurang.

Keberhasilan zakat dalam mengurangi perbedaan kelas dan berhasilnya dalam mewujudkan pendekatan dari kelas-kelas dalam masyarakat, otomatis akan menciptakan suasana aman dan tentram yang melindungi seluruh masa. Dengan demikian akan menyebabkan tersebarnya keamanan masyarakat dan berkurangnya tindakan kriminalitas.

d. Hikmah kekhususan dari Allah
Dari segi kepentingan harta benda yang dizakati, akan memberikan suatu jaminan untuk membentengi harta kekayaan tersebut dari kebinasaan dan memberikan keberkatan serta kesucian dari kotoran dan subhat. Hal ini dirasa adanya balasan kebaikan dari Allah, dengan mengabulkan do’a dari para penerima zakat yang telah memberikan bantuan.[3]

e. Hikmah zakat dari eksistensi harta
Menjaga dan memelihara harta dari para pendosa, pencuri, sehingga kehidupan di lingkungan masyarakat menjadi tentram tanpa ada rasa ketakutan dan kekhawatiran menjaga harta mereka.

 

Hikmah dan Tujuan Zakat dalam Islam

Tentang hikmah dan tujuan zakat ada beberapa macam antara lain yaitu:

pertama, zakat menjaga dan memelihara harta dari incaran mata dantangan para pendosa dan pencuri. Nabi saw. bersabda: Peliharalah harta-harta kalian dengan zakat. obatilah orang-orang sakit kalian dengan   sedekah. Dan persiapkanlah doa untuk menghadapi malapetaka (HR. Abu Dawud).

Kedua, zakat merupakan pertolongan bagi orang-orang fakir dan orang-orang yang sangat memerlukan bantuan. Zakat bisa membantu orang-orang yang lemah dan memberikan kekuatan serta kemampuan untuk melaksanakan kewajiban – kewajiban kepada Allah seperti ibadah, dan memperkokoh iman serta sebagai sarana untuk menuaikan kewajiban- kewajiban yang lain.

Ketiga, zakat bertujuan menyucikan jiwa dari penyakit kikir dan bakhil. Ia juga melatih seorang muslim untuk bersifat pemberi dan dermawan. Mereka dilatih untuk tidak menahan diri dari pengeluaran zakat, melainkan mereka dilatih untuk ikut andil dalam menunaikan kewajiban sosial, yakni kewajiban untuk mengangkat (kemakmuran) negara dengan cara memberikan harta kepada fakir miskin, ketika dibutuhkan atau dengan mempersiapkan tentara membendung musuh, atau menolong fakir miskin dengan kadar yang cukup.

Hikmah dan Tujuan zakat selanjutnya berkaitan dengan pensucian jiwa dan kikir, Ahmad al-Jurjawy menjelaskan dengan panjang lebar. Ia mengatakan bahwa jiwa seseorang cenderung kepada ketamakan atau punya sifat ingin memonopoli (menguasai) sesuatu secara sendirian. Seorang anak kecil menginginkan ibunya atau wanita penyusunya tidak menyusui anak yang lain.

Apabila ia menyususi anak lain maka anak susuannya ia akan merasa sakit hati dan berusaha dengan sekuat tenaganya untuk  menjauhkan  yang lain dari ibu asuhnya  walaupun  dengan tangisnya sebagai tanda akan sakit hatinya. Hal yang serupa terjadi pada golongan hayawan, seekor anak sapi akan menanduk anak sapi yang apabila ia ikut menyusui induknya.

Pada umumnya manusia mencintai harta benda melebihi dari dirinya sendiri, sebagaimana firman Allah: Harta  dan  anak-anak  adalah  perhiasan  kehidupan  dunia  tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya disisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan (QS. Al-Kahfi: 46).
Al-Quran juga menjelaskan bahwa harta sebagai sebab tindakan durhaka yang melampui batas: sesungguhnya  manusia  benar-benar  melampui  batas,  karena  dia melihat dirinya serba cukup (QS. Al-‘Alaq: 6-7).53

Seseorang yang berusaha mengumpulkan harta dan menimbunnya sebanyak-banyaknya dengan planing dan program yang akurat hendaknya al-Quran dijadikan sebagai “azas penyimpanan” harta sebagai pedoman, sehingga usaha yang ditempuh tidak menimbulkan kerugian pihak lain atau mematikan usaha-usaha orang lain terutama usaha-usaha yang dikelola golongan orang kecil, serta terhindar dari tindakan yang mengarah kepada homo homini lupus.
Oleh karena itulah zakat diwajibkan untuk melatih dirinya berbuat kemuliaan sedikit demi sedikit sehingga kemuliaan itu menjadi sifat kepribadiannya.

Karena penunaian zakat mensucikan pelakunya dari dosa-dosa, sebagaimana dijumpai dalam al-Quran (tuthahhiruhum wa tuzakkihim) yang artinya mensucikan dan membersihkan maka dapat juga dikatakan bahwa penyucian itu memiliki dimensi ganda. Yang pertama adalah sarana pembersihan jiwa dari sifat keserakahan bagi penunainya, karena ia dituntut untuk berkorban demi kepentingan orang lain. Yang kedua zakat berfungsi sebagai penebar kasih sayang pada kaum yang tak beruntung serta penghalang tumbuhnya benih kebencian terhadap kaum kaya dari si miskin.Dengan demikian zakat dapat menciptakan ketenangan dan ketentraman bukan hanya kepada penerimanya, tetapi juga kepada pemberinya.

Alwi Shihab memprediksikan apabila hukum zakat bisa terlaksana dengan baik di Indonesia. dengan indahnya beliau bertutur:

“Kalau saja umat Islam Indonesia dapat menghayati prinsip dasar keadilan dalam Islam dengan melaksanakan kewajiban zakat, niscaya upaya kita untuk mengentaskan kemiskinan di tanah air bukan hal yang sangat  sulit tercapai.

Jika ada suatu badan yang tidak diragukan integeritas kerjanya dalam pengumpulan, penyaluran, dan pengelolaan zakat secara efesien, maka jumlah 27,2 juta jiwa yng hidup di bawah garis kemiskinan dapat diangkat derajat hidupnya dalam waktu yang tidak lama. Kemiskinan yang masih merupakan kepedulian bangsa merupakan tantangan hebat khususnya bagi umat Islam Indonesia yang berdasarkan statistik terakhir menunjukkan angka 87 % dari penduduk Indonesia.
Rekomendasi Artikel Zakat

  1. Ketentuan Zakat Profesi
  2. Ketentuan Zakat Fitrah
  3. Ketentuan Zakat Mal (harta)

Sukses tidaknya usaha kita sebagai umat, banyak terpulang pada komitmen  kita pada ajaran Islam. semoga  kita tergolong  dalam kelompok  yang  mendengar  ajaran  yang  baik  dan  membuktikannya dalam realita kehidupan”.
 

HIKMAH

Hikmah Dan Keistimewaan Ibadah Puasa

Balasan pahala itu langsung berasal dari sisi Allah ‘azza wa jalla. Artinya tidak ada yang mengetahui besarnya kadar balasan puasa kecuali Allah. Adapun ibadah-ibadah yang lain akan diberikan ganjaran sesuai dengan niat pelakunya dimana satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya hingga tujuh ratus kali lipat dan bahkan banyak sekali kelipatannya.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Salawat dan salam semoga tercurah kepada nabi kita Muhammad, keluarga, dan segenap sahabatnya. Amma ba’du.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian puasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa”. Allah menujukan ayat ini kepada hamba-hamba-Nya yang beriman diantara umat ini, bahwasanya Allah telah mewajibkan kepada mereka puasa, sebagaimana Allah telah mewajibkan puasa kepada umat-umat sebelumnya. Sehingga, kewajiban puasa ini adalah kewajiban yang sudah ada sejak dulu kala kepada umat-umat.

Hal itu dikarenakan besarnya keutamaan puasa dan juga kebutuhan orang-orang beriman terhadapnya. Allah mengabarkan kepada umat ini bahwa puasa itu juga telah diwajibkan kepada umat-umat sebelum mereka, yaitu dalam rangka menghibur hati mereka. Tatkala mereka mengetahui bahwa puasa juga sudah diwajibkan kepada umat-umat selain mereka maka niscaya puasa itu akan terasa ringan bagi mereka. Jadi, ini merupakan salah satu cara untuk menghibur mereka.

Kemudian Allah menjelaskan hikmah yang tersimpan di balik syari’at puasa yang Allah tetapkan. Bukanlah yang menjadi tujuan utama puasa adalah melarang dari makan, minum, atau kesenangan-kesenangan yang mubah. Bukan hal ini maksud utama darinya, akan tetapi sesungguhnya yang dituju adalah buah dari puasa itu dalam diri hamba. Oleh sebab itu Allah berfirman, “Mudah-mudahan kalian bertakwa”.

Hal ini menunjukkan bahwa puasa merupakan sebab menuju ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dan ini merupakan faidah yang terbesar dari ibadah puasa. Yaitu bahwasanya puasa akan menumbuhkan ketakwaan, sementara takwa adalah maqam/tingkatan ibadah yang paling tinggi. Takwa adalah kalimat yang mencakup segala kebaikan. Karena dengan puasa, seorang hamba akan menjauhi maksiat dan keburukan, menjauh darinya, dan bertaubat dari dosa yang telah lalu.

Hal itu dikarenakan dia menyadari bahwa maksiat akan merusak puasa bahkan bisa menyebabkan lenyapnya semua pahala puasa. Sehingga dia akan letih dan capek tanpa mendapatkan faidah apa-apa. Oleh sebab itu, seorang yang sedang puasa akan berusaha menjauhi maksiat. Dan hal ini adalah suatu hal yang bisa dirasakan dan dilihat.

Orang yang berpuasa berbeda dengan orang yang tidak puasa. Orang yang puasa akan membatasi dan meminimalisir maksiat dari segala indera yang dia miliki. Karena puasa akan membatasi dirinya dari hal itu. Berbeda dengan kondisi orang yang tidak puasa, karena kekuatan badan dan syahwatnya akan membawa dirinya untuk cenderung mengikuti keinginan syahwat dan hawa nafsu. Lain dengan orang yang puasa, maka puasa itu akan membentenginya dari maksiat-maksiat ini dan membuahkan ketakwaan kepada Allah di dalam dirinya.

Kalau begitu, puasa yang tidak memberikan buah dan bekas positif pada pelakunya maka sebenarnya ini bukanlah puasa yang sebenarnya. Maka hendaknya setiap muslim melihat pada dirinya sendiri; apabila puasa itu bisa menghalangi dirinya dari maksiat dan melembutkan hatinya dengan ketaatan, membuatnya membenci kemaksiatan, dan menggerakkan ketaatan, maka itu berarti puasanya benar dan menghasilkan manfaat. Adapun apabila sebaliknya maka itu berarti puasanya tidak bermanfaat.

Oleh sebab itulah Allah mengatakan, “Mudah-mudahan kalian bertakwa”. Sehingga puasa yang tidak membuahkan ketakwaan adalah tidak mengandung faidah di dalamnya. Inilah salah satu faidah puasa -yaitu membentengi dari maksiat-. Kemudian, diantara keutamaan puasa yang sangat agung adalah Allah mengistimewakan puasa ini dari seluruh bentuk amalan untuk diri-Nya. Allah mengatakan, “Puasa adalah untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” Hal itu dikarenakan puasa adalah niat yang ada dari seorang hamba untuk Rabbnya; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah subhanahu wa ta’ala.

Anda, apabila melihat diantara orang-orang itu, maka tidak ada bedanya antara orang yang puasa dan yang selainnya. Tidak tampak perbedaan diantara mereka. Berbeda halnya dengan bentuk ibadah-ibadah lain; sholat bisa dilihat, sedekah tampak, jihad juga tampak,tasbih, tahlil, dan takbir juga tampak jelas dan bisa dilihat orang dan mereka bisa mendengarnya.

Berbeda halnya dengan puasa, maka puasa itu sesuatu yang rahasia. Rahasia antara hamba dengan Rabbnya. Karena di dalam hatinya dia berniat dengan puasanya untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dan hal ini adalah suatu perkara yang tidak diketahui secara persis kecuali oleh Allah. Puasa itu tidak bisa dilihat pada fisiknya; sama saja. Dia sama seperti orang lain. Dia juga berjalan, bergerak, -sama dengan orang lain- sehingga tidak tampak puasa itu pada fisiknya. Hanya Allah lah yang mengetahui bahwa dia memang sedang puasa.

Jadi karena puasa ini menjadi rahasia antara hamba dengan Rabbnya maka Allah pun mengistimewakan amalan ini untuk diri-Nya sendiri. Dimana Allah menyatakan, “Puasa itu adalah untuk-Ku.” Padahal suatu perkara yang dimaklumi bahwa semua ibadah adalah untuk Allah, adapun ibadah yang tidak diperuntukkan kepada Allah maka tidaklah bisa membuahkan manfaat bagi orang yang puasa/melakukan amal itu alias sia-sia. Akan tetapi puasa ini memiliki kekhususan; dimana ia merupakan rahasia paling besar diantara sekian banyak ibadah yang lain.

Kemudian Allah mengatakan, “Dan Aku lah yang akan membalasnya”. Balasan pahala itu langsung berasal dari sisi Allah ‘azza wa jalla. Artinya tidak ada yang mengetahui besarnya kadar balasan puasa kecuali Allah. Adapun ibadah-ibadah yang lain akan diberikan ganjaran sesuai dengan niat pelakunya dimana satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya hingga tujuh ratus kali lipat dan bahkan banyak sekali kelipatannya, kecuali untuk puasa. Karena besarnya pahala puasa tidak bisa diukur dengan jumlah atau bilangan tertentu.

Karena puasa adalah bentuk kesabaran. Dia bersabar dalam meninggalkan makanan, minuman, haus, dan lapar. Sementara Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya akan disempurnakan pahala/balasan bagi orang-orang yang sabar itu tanpa ada perhitungan”. Adapun amal-amal yang lain pahala dan balasannya ditentukan dengan perhitungan/hisab. Bisa jadi banyak, dan bisa jadi sedikit. Adapun puasa, maka tidak ada yang mengetahui kadar pahalanya selain Allah semata. Maka ini pun menunjukkan kepada keutamaan puasa. Yaitu tidak ada yang bisa mengetahui besar dan ukuran balasan yang diberikan untuknya kecuali Allah subhanahu wa ta’ala. “Puasa itu untuk-Ku dan Aku lah yang akan langsung membalasnya”.

Selain itu, pada ibadah-ibadah lain bisa dengan mudah dimasuki syirik. Doa, ia pun dimasuki syirik. Dimana seorang itu berdoa kepada selain Allah. Demikian juga sedekah, ia bisa disusupi oleh riya’. Sholat juga bisa disusupi oleh riya’. Akan tetapi puasa, maka ia tidak disusupi oleh riya’. Karena puasa adalah sesuatu yang bersifat rahasia antara hamba dengan Rabbnya. Puasa tidak bisa tampak pada pelakunya sebagaimana halnya keadaan amal-amal lainnya yang dengan itu akan bisa membuka pintu riya’. Puasa adalah amalan yang rahasia antara hamba dengan Rabbnya, sehingga tidak bisa dimasuki riya’.

Demikian pula, orang-orang musyrik biasa mendekatkan diri kepada berhala-berhala dengan sembelihan dan nadzar, doa, istighotsah, mereka mempersekutukan Allah dalam segala bentuk amalan, adapun puasa maka ia tidak tersusupi dan tidak dimasuki oleh syirik. Oleh sebab itulah Allah menyatakan, “Puasa itu untuk-Ku dan Aku lah yang membalasnya”. Ini artinya puasa tidak bisa disusupi oleh syirik. Inilah salah satu keistimewaan yang ada dalam ibadah puasa.

Tidak ada ceritanya orang-orang musyrik dahulu berpuasa untuk berhala-berhala mereka. Tidak ada kisahnya para pemuja kubur melakukan puasa untuk kubur; mendekatkan diri kepadanya dengan puasa. Sementara di saat yang sama mereka suka mendekatkan diri kepada sesembahan-sesembahan mereka itu dengan berdoa, mempersembahkan sembelihan, nadzar, dan lain sebagainya. Ini merupakan bukti keistimewaan puasa dibandingkan seluruh amal. Sehingga Allah mengatakan, “Puasa adalah untuk-Ku dan Aku lah yang akan membalasnya”.

Kemudian Allah menjelaskan mengapa orang yang berpuasa itu rela meninggalkan makanan, minuman, dan syahwatnya, yaitu, “Karena Aku”. Artinya puasa itu dilakukan semata-mata karena Allah. Ini adalah niat yang samar. Tiada yang mengetahui hal itu kecuali Allah subhanahu wa ta’ala. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita semuanya guna menggapai apa yang dicintai dan diridhai-Nya.