Gaya Hidup Mewah, Penyakit Kehidupan

Kita sekarang berada di era perkembangan industri dan teknologi, yaitu masa di mana manusia menggunakan ilmu dan teknologi untuk mengubah kehidupan individu dan sosialnya. Perubahan tersebut terkadang mengantarkan manusia kepada kondisi yang lebih baik dan maju, tetapi kadang kala justru sebaliknya, menyeret manusia kepada kemunduran

 

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah penampilan kehidupan manusia. Namun sayangnya, perubahan penampilan yang seharusnya membawa ketenangan, keamanan dan kesejahteraan manusia itu tak jarang justru menyengsarakannya. Kecenderungan dan cinta terhadap materi merupakan bagian dari faktor yang dapat menyesatkan manusia dari tujuan utamanya.

 

Kehidupan ini indah, dan dunia ini dipenuhi dengan keindahan dan faktor-faktor yang menimbulkan kebahagiaan bagi umat manusia.Secara naluri, manusia akan memperhatikan kehidupan dunia ini, dan Tuhan juga telah menyiapkan segalanya bagi kesejahteraan kehidupan manusia. Oleh karena itu, manusia dapat memanfaatkan keindahan kehidupan yang telah dihalalkan oleh Tuhan ini dengan tepat.

 

Manusia yang sehat dan moderat tentunya akan mencari keuntungan dan manfaat yang meliputi semua kesenangan dan aspek kehidupannya. Islam tidak menentang keinginan manusia untukmaju yang berakar dari dalam dirinya melalui pemanfaatan nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt, namun agama Samawi itu memperingatkan manusia tentang bagaimana cara menggunakan nikmat-nikmat itu.

 

Sebagai contohnya, jika harta seseorang melimpah dan ia kemudian berubah menjadi pemuja materi dan kekayaan, maka harta tersebut akan menjadi salah satu faktor penyebab ketergelincirannya, dan bahkan akan menghalanginyauntuk meniti jalan kesempurnaan.

 

Jika kita menelaah sejarah penentang-penentang para nabi, kita akan melihat bahwa mereka adalah orang-orang yang suka membanggakan kekayaan dan menganggap diri dan para pendukungnya sebagai kaum yang lebih mulia. Mereka lupa bahwa takwa adalah satu-satunya kriteria unggul di hadapan Tuhan, di mana Rasulullah Saw dan Ahlul Bait-nya telah menghiasi diri mereka dengan takwa. Orang-orang mulia tersebut tidak akan pernah menuruti bisikan dan godaan dunia dan bahkan tidak menyerah kepada pemaksaandantipu daya.

 

Meski Rasulullah Saw dan Ahlul Bait as bisa memanfaatkan kenikmatan dunia seperti yang lainnya, namun mereka tetap hidup sangat sederhana, bahkan mereka melewatkan keperluan-keperluan hidupnya supaya menjadi teladan bagi generasi mendatang. Oleh sebab itu, Ahlul Bait as selalu mengingatkan tentang bahaya akibat ketergantungan dan keterikatan kepada materi. Mereka juga memberikan strategi untuk keluar dari ketergantungan tersebut.

 

Mencari harta dan kekayaan bukan sebuah pelanggaran, tetapi jika berlebih-lebihan dan menjerumuskan manusia kepada dosa seperti sombong, serakah, dengki, congkak, tamak dan sifat-sifat buruk lainnya, maka dilarang dan bahkan akan dikecam.

 

Dalam Surat Hadid Ayat 20, Allah Swt berfirman, “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasandan bermegah-megahan antara kalian serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak,sepertihujanyang membuat orang-orang yang bertani merasa kagumakan tanam-tanamannyakemudian tanaman itu menjadi keringdan kamu lihat warnanya yang kuning itu kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat ada azab yang kerasdan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lainhanyalah kesenangan yang menipu.”

 

Ketika manusia mencintai kemewahan dunia dan bahkan terlena dengannya, maka ia akan mudah terkena bisikan dan godaan setan. Misalnya, ia memiliki fasilitas kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan yang dimiliki oleh orang lain, maka akan muncul dalam dirinya rasa lebih mulia dari pada orang lain, dan pada akhirnya, ia akan mengganggap rendah orang lain. Islam melarang manusia untuk sombong dan takabur. Agama Ilahitersebut menilai fasilitas materi kehidupan hanya sebagai alat untuk mencapai kesempurnaan sejati.

 

Tidak memperhatikan pendapatan dan pengeluaran, dan justru fokus kepada kemewahan, akan menyebabkan munculnya kemiskinan.Dalam kehidupan ekonomi yang sehat, pendapatan seseorang atau masyarakat tidak boleh lebih sedikit dari pengeluarannya atau paling tidak antara pendapatan dan pengeluaran harus seimbang.

 

Jika pendapatan seseorang atau masyarakat lebih besar dari pengeluarannya atau antara pendapatan dan pengeluarannya seimbang, maka kehidupan orang atau masyarakat  tersebut dianggap sehat. Namun jika seseorang tidak memperhatikan pendapatan dan pengeluarannya dan bahkan membelanjakan lebih dari pendapatannya ,maka ia akan terjebak dalam kemiskinan. Imam Ali as berkata, “Tidak mengukur kebutuhan hidup, akan menyebabkan kemiskinan manusia.”

 

Salah satu dampak dari kecenderungan terhadap kemewahan adalah hilangnya kesejahteraan dan ketenangan sejati yang akan menimbulkan kerugian-kerugian besar seperti terguncangnya sistem dan tatanan keluarga,dan hubungan sosial.Orang yang bergaya hidup mewah akan selalu berusaha mendapat fasilitas dan peralatan baru. Ia akan selalu cemas dan hatinya tidak akan pernah merasa tenang. Perasaan rakus terhadap barang-barang mewah dan harapan panjangkan selalu mengusik hatinya. Kondisi tersebut akan selalu menyiksa kehidupannya.

 

Imam Ali as berkata, “Hati seseorang yang dipenuhi dengan kecintaan terhadap  dunia, maka hatinya akan tercampur dengan tiga hal: penderitaan yang tidak dapat dihilangkan, serakah yang tidak dapat ditinggalkan dan harapan yang tidak akan pernah tercapai.”

Perhatian yang ekstrim terhadapmateri akan menjauhkan manusia dari Sang Pencipta dan menyebabkan keterikatan kepada hal-hal yang hina. Seseorang atau masyarakat yang mencintai kemewahan akan lalai tentang jati dirinya. Ia akan melupakan dari mana dan apa tujuannya disebabkan hatinya selalu sibuk dengan kesenangan-kesenangan semu. Ia bahkan akan melupakan Tuhan dan akhirat. Dalam Surat ar-Rum Ayat 7, Allah Swt berfirman, “Mereka hanya mengetahui yang lahir saja dari kehidupan dunia. Sedangkan mereka terhadap kehidupan akhirat adalah lalai.”

Ayat tersebut menjadi penjelas bahwa konsep dunia bagi mereka yang cenderung kepada kemewahan adalah serangkaian kesenangan, mimpi dan khayalan. Oleh karena itu, kecenderungan tersebut akan membelokkan manusia dari jalur tujuan utama kehidupannya dan menjerumuskannya ke jurang yang gelap. Jika mereka mengetahui batin kehidupan dunia ini, maka mereka akan dengan mudah mengenal akhirat. Sebab, dengan sedikit merenung tentang kehidupan yang fana ini, kita akan memahami bahwa kehidupan di dunia ini adalah tahapan dari sebuah jalan yang besar. Seperti halnya ketika merenungkan kehidupan manusia di alam kandungan sebagai tahap awal untuk kehidupan yang lebih luas.

 

Dampak tidak menyenangkan lainnya dari gaya hidup mewah adalah keterikatan masyarakat terhadap pihak asing yang akan melenyapkan martabat dan kemuliaan manusia. Untuk memenuhi kebutuhan terhadap barang-barang mewah, seseorang terkadang meminta bantuan kepada orang lain dan dengan mudah ia akan tergantung pada orang itu. Meski hubungan dengan orang lain untuk sekedar memenuhi kebutuhan mendesaknya adalah hal yang wajar dan tidak dapat dihindari, namun jika hubungan tersebut melebihi hubungan normal maka tidak dapat diterima. Imam Sajjad as berkata, “Barang siapa di dunia ini memiliki kekayaan lebih banyak, maka kebutuhannya kepada orang lain akan lebih besar.”

Islam tidak hanya membolehkan penggunaan hiasan, keindahan dan sarana yang tepat untuk kehidupan manusia tetapi juga merekomendasikannya. Dalam Surat al-Qasas Ayat 77, Allah Swt berfirman, “Dan carilahpada apa yang telah dianugerahkan Allah kepada kaliankebahagiaan negeri akhiratdan janganlah kamu melupakanbagianmu dari kenikmatan duniawidan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuatkerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Dalam sejarah kehidupan Imam Hasan Mujtaba as diceritakan bahwa beliau selalu memakai pakaian yang paling bagus ketika hendak shalat. Ketika ditanya, beliau berkata, “Allah Swt indah dan menyukai keindahan. Oleh karena itu, aku memakai pakaian indah untuk bermunajat kepada Tuhan, sebab Dia yang memerintahkan kepada manusia untuk menghias diri ketika berangkat ke masjid.”

Dengan demikian, penggunaan keindahan secara tidak berlebih-lebihan adalah baik dan terpuji. Namun sayangnya, banyak orang yang memilih sikap berlebihan dan cenderung kepada kemewahan.Oleh karena itu, al-Quran melarang umat Islam untuk hidup berlebih-lebihan dalam menggunakan nikmat-nikmat Allah SWT di dunia ini.

Allah Swt dalam Surat al-Araf Ayat 31 berfirman, “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Jalan terbaik supaya kita tidak terjebak kepada ketidaktaan,  stagnasisosial, ketergantungan ekonomi, meluasnya kemunkaran dan pencapakan atas nilai-nilai Ilahi dan kemanusiaan adalah menggunakan nikmat dan anugerah Tuhan dengan benar dan tepat.

Advertisements

Bahaya Gaya Hidup Boros Yang Mematikan Anda

Boros merupakan perilaku hidup yang tidak baik namun biasanya sulit dihindari terutama di kalangan masyarakat urban dengan gaya hidup yang mewah. Boros dalam artian umum adalah perilaku hidup yang sering berlebih-lebihan dalam menggunakan harta atau sumber daya yang ada untuk kepentingan pribadi atau kelompok dengan tujuan bersenang-senang. Ada beberapa penyebab seseorang hidup boros. Orang dengan banyak uang tidak selalu hidup boros. Boros atau tiadaknya seseorang biasanya bergantung pada pribadi masing-masing serta lingkungan yang mempengaruhi.

Hidup boros dipandang dari segi manapun merupakan perilaku tidak baik dan bisa berdampak negatif pada kehidupan maupun pola pikir seseorang. Berikut penjelasan mengenai bahaya hidup boros :

1. Pendapatan yang Diperoleh akan Cepat Habis

  • Perilaku hidup boros mengutamakan pemenuhan keinginan dibanding pemenuhan kebutuhan. Padahal, apa yang diinginkan oleh pelaku hidup boros belum tentu merupakan seseuatu sesuatu yang harus dipenuhi bila dilihat dari kaca mata kebutuhan.
  • Akibat dari hidup seperti itu, pendapatan maupun harta materi yang dimiliki akan cepat habis karena digunakan untuk memenuhi berbagai keinginan.

2. Tidak Peduli pada Kehidupan Sosial

  • Kehidupan di sekeliling kita tidak semua merupakan orang berkecukupan. Ada yang masih kekurang dan bahkan di bawah garis kemiskinan.
  • Kondisi tersebut merupakan keadaan di mana seseorang harus saling menolong untuk mengatasi masalah sosial.
  • Bagi orang boros, masalah sosial seperti yang disebutkan tadi merupakan hal yang tidak penting. Orang boros cenderung tidak peduli terhadap permasalahan sosial yang ada di lingkungannya. Baginya, dari pada mempergunakan uang untuk kepentingan orang lain, lebih baik uangnya dipergunakan untuk memenuhi berbagai keinginannya.
  • Jika kondisi ini terus berlenjut terutama di Indonesia, lama-kelamaan masyarakat akan memiliki sifat individualis dan tidak peka terhadap permasalahan sekitar.

3. Sibuk Mencari Harta Materi

  • Pemenuhan keinginan merupakan keharusan bagi pelaku hidup boros.
  • Akibatnya, ia akan sibuk mencari uang agar uang tersebut nantinya bisa dipergunakan untuk pemenuhan apa saja yang diinginkan.
  • Kebanyakan, orang seperti ini cenderung menyukai kesenangan duniawi dan terlalu sibuk dengan dirinya sendiri.

4. Menimbulkan Berbagai Sifat Negatif

  • Orang boros cenderung memiliki berbagai sifat negatif seperti kikir, sombong, iri, dan dengki.
  • Sifat-sifat tersebut muncul seiring dengan sikap boros yang dimiliki. Kikir dan sombong akan timbul ketika seseorang hanya menggunakan materi untuk pemenuhan keinginan dan keinginannya terpenuhi ia akan menyombongkan diri karena merasa menjadi orang yang hebat.
  • Namun, apabila keinginannya tidak terpenuhi, sementara orang lain sudah memiliki apa yang tidak dimilikinya, maka akan timbul rasa iri dan dengki kepada orang lain.

5. Rentan terhadap Stres

  • Tidak pernah merasa cukup dan jarang bersyukur membuat pemboros rentan terhadap stres.
  • Ia akan frustasi ketika uang yang dimiliki habis untuk memenuhi keinginannya, sementara masih banyak keinginan yang belum terwujud.
  • Akibatnya, akan timbul masalah lain, seperti memenuhi keinginan dengan berhutang atau bahkan memanfaatkan uang haram seperti dengan korupsi.

6. Tidak Memiliki Antisipasi pada Saat Krisis

  • Pemboros biasanya tidak memiliki tabungan sebagai antisipasi pada masa krisis.
  • Tanpa berharap, seseorang pasti akan mengalami masa krisis dalam hidup, seperti anggota keluarga atau dirinya sendiri yang sakit, mengalami kecelakaan, kerusakan rumah, dan sebagainya.
  • Kondisi tersebut mau tidak mau membutuhkan penyelesaian menggunakan materi. Sayangnya, bagi seseorang dengan sikap boros, kondisi tersebut dapat menjadi masalah karena ia tidak memiliki tabungan yang dipersiapkan untuk menghadapi kondisi krisis yang dimaksud.

Penyebab Hidup Boros

Berikut ini merupakan beberapa sebab mengapa seseorang berpelilaku boros dalam kesehariannya.

a. Gaya Hidup

  • Mengikuti tren terkini merupakan tuntutan bagi sebagian orang. Tidak mengikuti tren gaya hidup maka bagi sebagian orang berarti suatu kesalahan.
  • Gaya hidup masa kini kadang selalu menuntut seseorang untuk selalu mengikuti berbagai tren yang terus berubah. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab hidup boros.
  • Gaya hidup bagi orang boros merupakan tuntutan. Model pakaian terbaru, gadget terbaru, atau tren kecantikan terbaru, merupakan hal yang harus dipenuhi oleh sebagian orang. Padahal perilaku tersebut dapat menjerumuskan seseorang pada rasa tidak pernah cukup.
  • Memenuhi keinginan untuk hidup sesuai gaya hidup pada zamannya boleh dilakukan, hanya saja tarafnya tidak boleh berlebih serta harus mengetahui batas-batas sesuai pendapatan yang diperoleh.

b. Kurangnya Perencanaan dalam Hal Keuangan

  • Orang yang hidup boros biasanya tidak memiliki rencana terhadap keuangan, pengeluaran, juga terhadap masa depan.
  • Orang yang hidup boros cenderung berkeinginan memenuhi kebutuhan masa sekarang, tanpa memikirkan dampak masa depan.
  • Orang tanpa perencanaan dalam hal apapun cenderung tidak mengukur pendapatan, tidak mengukur kemampuan yang dimiliki, serta tidak memiliki rambu-rambu dalam bertindak. Akibatnya, pendapatan yang diperoleh cenderung dihambur-hamburkan dan tidak memiliki antisipasi terhadap berbagai kemungkinan jika menghadapi krisis.

c. Tidak Bisa Mengendalikan Keinginan

  • Orang boros biasanya berlatar belakang pada banyaknya keinginan yang ingin ia peroleh. Keinginan tersebut berkaitan dengan pemerolehan sesuatu menggunakan materi.
  • Sayangnya, pemenuhan berbagai keinginan tanpa adanya pengendalian membuat seseorang berlaku boros karena baginya yang terpenting adalah keinginannya bisa terpenuhi.
  • Bagi seseorang yang pemboros, apapun keinginan yang menarik baginya harus dipenuhi dengan cara apapun. Hal tersebut dapat memicu pengeluaran berlebih bahkan ketika uang yang dimiliki sudah habis, ia akan mencari berbagai cara agar mendapat uang, dengan cara berhutang misalnya.

d. Tidak Pernah Bersyukur dan Tidak Pernah Merasa Puas

  • Seseorang yang tidak pernah merasa puas biasanya adalah orang yang jarang bersyukur. Apa yang sudah dimiliki selalu saja masih kurang dan merasa banyak hal yang masih belum terpenuhi.
  • Dalam hal pekerjaan, tidak pernah merasa puas mungkin merupakan hal positif karena dapat mendorong seseorang untuk bekerja lebih baik.
  • Namun, dalam hal pemenuhan kebutuhan atau gaya hidup, seseorang yang tidak pernah merasa puas akan berperilaku boros. Apapun yang dimiliki selalu terasa kurang, maka ia akan memperbesar pengeluaran agar keinginannya dapat terpenuhi. Itupun terkadang masih ada yang dianggap belum terpenuhi.

e. Mengutamakan Kebutuhan Tambahan dan Barang Mewah

  • Orang boros biasanya sering melupakan prioritas dalam pemenuhan kebutuhan.
  • Seringkali hal-hal yang sifatnya kebutuhan tambahan dan kebutuhan yang bersifat mewah diutamakan karena mengutamakan gengsi, sedangkan kebutuhan pokok justru dikesampingkan.
  • Ambil saja sebuah contoh. Seseorang anak dalam sebuah keluarga meminta dibelikan motor dan HP keluaran terbaru. Orang tuanya memenuhi dengan alasan kebutuhan dan gengsi. Padahal dari segi pendapatan, untuk membeli kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, dan memperbaiki rumah saja keluarga tersebut bisa dianggap pas-pasan. Akibatnya, keluarga tersebut mencari pinjaman agar bisa membeli motor dan HP yang dimaksud.
  • Contoh tersebut merupakan salah satu bentuk perilaku boros. Keluarga tersebut tidak dapat memprioritaskan kebutuhan mana yang seharusnya dipenuhi terlebih dulu hanya karena alasan gengsi.

Bahaya Gaya Hidup Berlebihan Bagi Kejiwaan Manusia

Modernisasi, teknologi dan Industrialisasi semakin modern serta telah berkembang pesat saat ini. Memang dunia modernisasi, teknologi dan industrialisasi semakin modern dan berkembang pesat telah membawa dampak positif dan negatif bagi manusia di abad 21 modern. Akan tetapi, modernisasi, teknologi dan industrialisasi semakin modern dan gaya hidup manusia berlebihan akan membawa dampak negatif bagi kejiwaan manusia. Manusia sendiri justru mengasumsikan kalau gaya hidup berlebihan itu santai saja akan tetapi bahaya bagi kejiwaan manusia itu sendiri. Misalnya handphone (gadget) terbaru, mobi terbaru, apa aja yang terbaru setiap orang atau insan berlomba-lomba untuk membeli dan memiliki bagaimana pun cara pokoknya harus punya supaya nanti dilihat orang wah dia sudah punya (padahal barang yang dibeli atau dimiliki belum tentu dibayar lunas bisa jadi kredit atau cicilan). Semakin orang memiliki utang dan cicilannya banyak semakin banyak orang mengalami gangguan kejiwaan pada orang tersebut. Nah disinilah membawa dampak pengaruh negatif bagi kejiwaan manusia, kalau tidak bisa membayar hutangnya akan mengalami gangguan kejiwaan manusia meliputi depresi, stress berkepanjangan, ketidak jujuran dalam tutur kata,menghindar dari orang terdekatnya, sombong, blagu kalau mau didekati. Inilah sebuah dari riset penelitian dan pengamatan dilapangan penulis melihat bahaya gaya hidup secara berlebihan akan membawa dampak besar bagi kejiwaan manusia. Banyak orang mengalami depresi dan stres akibat gaya hidup secara berlebihan dan konsumtif dan tidak ada manfaat gaya hidup secara berlebihan dan konsumtif. Oleh karena itu manfaatkan sebaik-baiknya dan gunakan uang tersebut yang bermanfaat untuk kehidupan yang lebih baik kalau tidak bermanfaat jangan sekali-kali mengeluarkan uang dan hindari penggunaan kartu kredit berlebihan serta hidup selalu bersyukur atas karunia yang telah diberikan kepada kita dari Tuhan Yang Maha Esa untuk mengurangi gangguan kejiwaan pada manusia di abad modern.

Kebiasaan dan Gaya Hidup Penyebab Penyakit

Banyak sekali tempat berolahraga (fitness center) yang menjamur di Indonesia; belum lagi pusat-pusat layanan kesehatan yang kini dapat ditemui hampir di setiap sudut kota, mengikuti program yang disarankan oleh WHO. Ketersediaan informasi mengenai kesehatan dan kebugaran tubuh dapat di akses di manapun dan dari manapun, semua gratis! Pengetahuan mengenai bagaimana cara hidup sehat seperti jenis makanan yang baik dan buruk, olahraga, pola makan, pola kerja, penyakit, pengobatan dan berbagai informasi lainnya hadir di berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun internet.

Tapi, penelitian menyebutkan bahwa penyakit kronis lebih sering disebabkan oleh satu hal yang kadang luput dari perhatian kita: Gaya Hidup. Perkiraan sekitar 80% penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2, dan 40% penyakit kanker sebenarnya bisa dihindari apabila faktor-faktor riskan yang disebabkan oleh gaya hidup dieliminasi sedemikian rupa. Akan tetapi, sebagian besar dari kita masih dan terus mengalami penyakit-penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup tersebut. Ini artinya, masih ada yang salah dengan kualitas, pola, dan gaya hidup kita. Berikut di antaranya:

Pola Makan dan Jenis Makanan

Banyak orang sekarang menjalani gaya hidup tidak sehat. Untuk menghemat waktu, kita cenderung menyukai makanan siap saji atau instan. Makanan siap saji juga identik dengan waktu makan yang cepat, untuk menghemat proses masak sekaligus proses makan. Yah, Kita bisa bilang, “kerja untuk hidup” atau “waktu adalah uang”. Sebagai bangsa Asia, kita dimanjakan oleh berbagai jenis makanan yang kemudian memiliki kemasan modern sebagai “makanan siap saji”, sebut saja mi instan, dan sekarang ada pula “bubur instan”. Belum lagi jenis-jenis makanan lain yang mengandung kalori tinggi berasal dari lemak hewani, daging, dan roti-rotian. Makanan berlemak tinggi dan bervitamin rendah justru “menginjeksikan” racun ke dalam tubuh kita, dan bukannya nutrisi yang semestinya sangat dibutuhkan.  Pada akhirnya kita cenderung rentan dan mudah sekali mengalami serangan jantung, obesitas, hipertensi, diabetes, dan kanker.

Aktivitas Harian

Penelitian menunjukkan sekitar 14% sampai 20% kanker yang menyebabkan kematian berkaitan dengan kelebihan berat badan dan obesitas, yang biasanya diakibatkan oleh kurangnya aktivitas tubuh. Kita harus tetap aktif untuk membakar lemak dan kalori, meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa darah, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Sekarang ini, banyak orang cenderung menghabiskan waktu dengan bermain game atau browsing, bertelepon, menonton tv dan film dibanding berolahraga atau aktivitas lain yang membutuhkan gerak tubuh maksimal. Tingkat aktivitas tubuh yang rendah ditambah dengan konsumsi kalori yang tinggi menyebabkan berbagai resiko kesehatan kompleks seperti berat badan berlebih, resiko penyakit kardiovaskular, hingga kematian prematur (termasuk di antaranya karena penyakit jantung, diabetes, dan kanker).  Studi juga menyebutkan gaya hidup dan rutinitas yang buruk dapat mempercepat proses penuaan (penuaan dini).

Stress Akut

Sekarang, stress dikenal sebagai pemicu kematian. Jumlah orang-orang yang menderita tekanan (stress) psikologis baik dari kalangan anak-anak, remaja, dan dewasa meningkat. Perlu diketahui pula bahwa stress merupakan salah satu penyebab penyakit Alzheimer, penuaan dini, darah tinggi, penyalahgunaan obat-obatan, serta gangguan pola tidur dan makan. Seseorang yang mengalami stress akut cenderung rentan terhadap penyakit, sebab stress akut menyebabkan kekebalan tubuh menurun. Itulah mengapa gaya hidup yang sehat, pola hubungan dengan orang sekitar yang baik, menghindari alkohol dan drugs, mendekatkan diri pada Tuhan dan mempertebal iman adalah jalan utama menghindari stress akut yang dapat merenggut kesehatan anda dan membawa pada penyakit jangka panjang serta kematian dini. Menciptakan kebahagiaan lahir dan batin menghindarkan anda dari berbagai stress.

Kebiasaan Berbahaya

Beberapa orang mencoba “membunuh rasa sakit” yang mereka derita dengan mengkonsumsi tembakau (rokok), alkohol, dan bahkan obat-obatan terlarang (narkoba). Akibatnya? Bukan hal yang ringan atau main-main. Merokok  menyebabkan sekurang-kurangnya 15 jenis kanker, di antaranya kanker pada nasopharynx, rongga hidung, rongga mulut, paru-paru, pankreas, ginjal, dan organ-organ lainnya, bahkan dapat menyebabkan leukemia myeloid akut. Sementara itu, alkohol meningkatkan resiko kanker mulut, larynx, pharynx, oesofagus, payudara, dan hati. Seorang pria yang yang minum lebih dari dua botol minuman beralkohol dan seorang wanita yang minum lebih dari satu botol minuman beralkohol memiliki resiko sama tingginya untuk mengidap penyakit-penyakit tersebut. Jelas, berarti wanita lebih mudah mengalami penyakit kanker karena alkohol.

Ada banyak penelitian di Amerika dan beberapa negara lain menyebutkan bahwa 1/3 kematian karena kanker disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas tubuh. Bahkan ada penelitian yang menyimpulkan bahwa jumlah penderita diabetes yang berkisar 5,6% di tahun 2006 akan bertambah menjadi dua kali lipat, sekitar 12%, di tahun 2050. WHO memperkirakan jumlah orang yang memiliki berat badan berlebih akan bertambah sekitar 2.3 milliar di tahun 2015, dan jumlah penderita obesitas sekurang-kurangnya adalah 700 juta.

Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penyakit-penyakit kronis sebenarnya bisa dihindari dengan cara yang sangat mudah dan tanpa biaya: pola makan sehat; aktivitas tubuh yang seimbang; menghindari stress; dan, menghindari rokok, alkohol, dan drugs. Masihkah anda menyepelekannya.

GAYA HIDUP KONSUMTIF MASYARAKAT INDONESIA

Kata konsumtif diartikan sama dengan kata konsumerisme. Kata yang terakhir mengacu pada sesuatu yang berhubungan dengan konsumen. Sedangkan PENGERTIAN POLA HIDUP KONSUMTIF akan lebih khusus menjelaskan keinginan mengkonsumsi barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan secara berlebihan untuk mencapai kebutuhan/ kepuasa yang maksimal. Sadar atau tidak akan Prilaku hidup Konsumtif, tapi memang sedang terjadi di masyarakat sekitar kita bahkan diri sendiri.

Pengertian Pola hidup konsumtif adalah Gaya hidup dimana seseorang suka membelanjakan uangnya untuk mengkonsumsi dari pada memilih untuk memproduksi atau membuat sendiri atau bagi orang yang cukup ekstrem dikenal dengan istilah shopaholic.

Coba ingat, berapa uang yang dikeluarkan untuk barang-barang, berapa banyak uang yang telah dikeluarkan untuk pergi rekreasi, pergi jalan-jalan, makan-makan di restoran atau Nonton bioskop yang telah di keluarkan dalam beberapa bulan ini. Masyarakat khususnya di lingkungan mahasiswa sangat mudah untuk masuk ke dalam Prilaku hidup konsumtif. Membeli barang yang tidak begitu penting, rekreasi, makan-makan, jalan-jalan, dan nonton di bioskop adalah hal lumrah namum bukan berarti harus jadi over dalam pengeluaran uang untuk melakukan hal-hal tersebut. Mengapa tidak mencoba untuk melakukan penghematan akan hal-hal yang kurang bermanfaat seperti diatas.

Beberapa Prilaku Hidup yang harus diterapkan didalam kehidupan sehari-hari:

  1. HidupSehat
  2. HidupBersih
  3. TipsMenjaga kesehatan tubuh

Hal pertama yang harus dimiliki untuk menjahui prilaku konsumtif adalah Niat. Niat jangan hanya ada di dalam pikiran tetapi juga harus dilaksanakan didalam kehidupan. Saya teringat akan pesan seorang dosen, jika memiliki niat baik, jangan hanya dipikirkan atau diucapkan tapi buktikan dengan tindakan yang nyata.

Hal kedua menghindari budaya konsumtif adalah Pengendalian Diri. Mungkin pada mulanya sangat sulit dalam mengendalikan diri untuk tidak melakukan hal yang sudah terbiasa.
Namun bukan berarti tidak bisa, kita Mampu mulai dari hal yang terkecil/ sederhana lebih dulu, contohnya mengurangi kebiasaan naik ojek ke tempat-tempat yang dekat dari rumah karna dapat ditempuh jalan kaki selain mengirit uang ini adalah salah satu pola hidup sehat, memasak sendiri atau makan makanan masakan ibu dari pada membeli makanan cepat saji yang belum bisa diketahui kebersihan dan gizinya, mengurangi rekreasi ke tempat yang jauh karena semakin jauh suatu tempat maka semakin besar pula biaya yang akan dikeluarkan. Dari hal yang sederhana bisa menjadi hal luar biasa, bayangkan berapa uang yang dihemat jika bisa mengendalikan diri seperti ini.
Tidaklah salah jika melakukan sesuatu yang menyenangkan seperti rekreasi, berbelanja dan lain-lain. PolaHidup.com juga tidak menganjurkan untuk menjadi orang yang kikir/ bakhil. Tapi harus pintar dalam memilah-milah mana yang harus didahulukan/ lebih penting dan mana yang tidak diperlukan/ tidak penting.

Jika kebiasaan Kredit konsumtif sudah mulai melebihi batas. Tentunya harus mulai menyadari bahwa telah terjerumus dalam pola hidup tidak sehat atau Gaya hidup konsumtif. Dan harus mengambil tindakan agar kebiasaan ini tidak menjadi beban. Jangan biarkan menjadi terlarut dalam pola hidup konsumtif. Maka banyaklah berpikir untuk masa depan.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan daftar disini untuk berlangganan gratis melalui email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di See Look Book GRATIS 100%

Pengaruh Globalisasi terhadap Gaya Hidup

 Di era globalisasi ini, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menjadi faktor yang sangat mempengaruhi kehidupan. IPTEK menjadi faktor penentu keberadaan dan kemajuan masyarakat. Teknologi informasi muncul sebagai akibat semakin merebaknya globalisasi dalam kehidupan organisasi, semakin kerasnya persaingan bisnis, semakin singkatnya siklus hidup barang dan jasa yang ditawarkan, serta meningkatnya tuntutan selera konsumen terhadap produk dan jasa yang ditawarkan. Untuk mengantisipasi semua ini, perusahaan mencari terobosan baru dengan memanfaatkan teknologi.

Globalisasi ditandai dengan perkembangan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi. Oleh karena itu, globalisasi telah membawa perubahan perilaku terhadap kehidupan masyarakat, baik di bidang politik, ekonomi, sosial maupun budaya.

Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan remaja. Pengaruh globalisasi terhadap generasi muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak generasi muda kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari remaja sekarang.

  1. Perubahan Perilaku Masyarakat

Globalisasi telah membawa pengaruh yang luas terutama perubahan perilaku masyarakat dalam berbagai hal. Misalnya, gaya hidup, perjalanan, komunikasi, makanan, pakaian, nilai-nilai, dan tradisi.

  1. Gaya Hidup
    Arus globalisasi juga berdampak pada gaya hidup, baik itu dampak negatif maupun positif.Mayarakat kita khususnya para remja banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.Arus globalisasi berdampak negatif pada masyarakat, misalnya gaya masyarakat sehari-hari cenderung bergaya hidup mewah. Dengan melihat tayangan-tayangan sinetron, telenovela yang ada di TV membuat orang tidak menyesuaikan dengan pendapatan rumah tangganya. Namun juga berdampak positif, misalnya orang sekarang sangat menghargai waktu. “TIME IS MONEY” Ungkapan itu secara mudah berarti waktu adalah uang. Ungkapan yang tak asing lagi bagi kita. Menghargai waktu sangat penting. Begitu pentingnya waktu, mereka menyamakan waktu dengan uang. Jadi waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Oleh karena itu, banyak di kalangan kita yang menghargai waktu. Hal ini berdampak positif bagi bangsa indonesia. karena, dengan adanya ungkapan itu, waktu tidak terbuang dengan sia-sia.
    b. Transportasi

Sejak dahulu kala transportasi telah digunakan dalam kehidupan masyarakat. Hanya saja alat angkut yang dimaksud bukan seperti sekarang ini. Sebelum tahun 1800 alat pengangkutan yang digunakan adalah tenaga manusia, hewan, dan sumber tenaga dari alam. Pengangkutan barang-barang dalam jumlah kecil serta waktu yang ditempuh lama sekali.

Antara tahun 1800-1860 transportasi telah mulai berkembang dengan dimanfaatkannya sumber tenaga mekanis seperti kapal uap, kereta api, yang banyak digunakan dalam dunia perdagangan.

Pada tahun 1860-1920 telah ditemukan kendaraan bermotor, pesawat terbang, dalam masa kini angkutan kereta api dan jalan raya memegang peranan penting pula. Dalam tahun 1920 transportasi telah mencapai tingkat perkembangan pada puncaknya (mature), dengan sistem transportasi multi modal (multi modal system). Dalam abad ke-20 ini pertumbuhan transportasi berkembang pesat sejalan dengan kemajuan teknologi mutakhir.

Bagi masyarakat sekarang, menempuh jarak yang jauh tidaklah menjadi kendala. Berbagai sarana angkutan sudah tersedia dari yang sederhana sampai yang canggih. Di era globalisasi ini, pergerakan orang dan barang makin cepat dan mudah. Teknologi transportasi yang berkembang dengan pesat memberikan pelayanan prima. Inilah dampak positif dari arus globalisasi di bidang transportasi. Transportasi darat, seperti bus, kereta api, dan sebagainya. Sedangkan transportasi udara, yakni pesawat terbang memungkinkan perjalanan jarak jauh dengan waktu tempuh yang singkat.
Dampak negatifnya, tingginya kemajuan di bidang transportasi mengakibatkan padatnya arus lalu lintas. Dengan banyak perjalanan yang dilakukan oleh berbagai alat transportasi, mengakibatkan pencemaran udara yang diakibatkan oleh udara kotor dari knalpot.

  1. Komunikasi

Teknologi modern semakin menguasai kehidupan masyarakat Indonesia. Semua dapat dimulai dengan sentuhan kecil. Dengan satu jari, masyarakat dapat menjadi lebih cerdas dan kaya akan pengetahuan, baik internasional maupun nasional. Masyarakat Indonesia dapat mengetahui berbagai berita dan kejadian-kejadian yang ada di penjuru dunia melalui internet. Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Terutama bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno.

Semuanya dapat dilakukan hanya dengan sentuhan kecil dan dalam satu genggaman. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? karena sekarang adalah era globalisasi. Globalisasi yaitu suatu proses antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara. Era globalisasi ini terlihat dari adanya ciri-ciri akan globalisasi itu sendiri. Ciri-cirinya adalah perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet yang menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya.

Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya. Terbukti dari telepon genggam yang dahulunya digunakan untuk menelpon dan sekedar mengirim pesan singkat. Tetapi sekarang telepon genggam memiliki fungsi yang begitu banyak. Yaitu, mendengarkan  musik atau radio, berbagi foto dan video, untuk chatting, internet dan juga menonton televisi. Bahkan ada juga telepon genggam yang mampu mengedit foto dan juga memiliki forum obrolan tersendiri.
Di era global ini, komunikasi merupakan sesuatu hal yang sangat penting. Komunikasi tidak mengenal waktu dan tempat. Kita bisa berkomunikasi dengan orang lain kapan saja dan di mana saja. Komunikasi ini cenderung mengurangi pertemuan orang per orang, kelompok keluarga dengan kelompok keluarga lain. Mereka mengandalkan pertemuan dengan melalui telepon atau HP. Pesawat telepon seluler/HP ini dapat dibawa ke mana saja. Karena kecilnya, sehingga orang dapat berkomunikasi kapan saja meskipun sedang bepergian.
Pemakaian HP dalam era globalisasi juga berdampak positif dan negatif. Dampaknya positif dengan cepat di mana saja dan kapan saja, kita bisa berkomunikasi dengan keluarga, teman, kenalan, hubungan bisnis dan siapa saja dengan cepat. Dampak negatifnya, misalnya menjadi pemborosan, jika hanya digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Di samping itu, HP juga berdampak mengurangi silaturahmi (kunjungan antarkeluarga), sebab cukup dengan kirim SMS atau telepon saja.

  1. Pakaian
    Arus globalisasi juga berdampak pada jenis dan model pakaian. Semua itu dapat kita rasakan, betapasudah banyak perubahan tren model pakaian yang mengikuti tren model pakaian saat ini, yang menyebabkan semakin lama kelamaan semakin tersingkirkan pakaian yang terdapat di negeri ini, agar semua itu tidak terjadi sebaiknya kita harus membuat tren pakaian yang tidak terlalu jaman dulu, tetapi kita harus membuat pakaian yang diamana terdapat unsur modern juga, agar supaya orang dapat melihatnya baik dari sisi modern tetapi masih terlihat klasik, dimana klasik tersebut untuk melihatkan unsur pakaian yang tidak menghilangkan seni pakaian dahulu. Sebab dengan begitu kita bisa mengikuti perubahan tren pakaian saat ini, tanpa harus takut untuk kehilangan unsur-unsur pakaian dahulu.

]Dengan arus globalisasi, pakaian dengan mode yang sama dipakai oleh orang di berbagai belahan dunia. Contohnya adalah celana jeans. Celana jeans sudah mengglobal. Dalam kehidupan sehari-hari, di mana saja baik itu laki-laki atau pun perempuan sudah terbiasa memakai celana jeans. Padahal dulunya, jenis celana ini hanya digunakan oleh orang-orang tertentu dan di tempat-tempat tertentu. Begitu juga dengan baju kaos, yang lazim disebut T-Shirt. Jenis pakaian ini sudah menjadi pakaian yang biasa dan dapat ditemukan di mana saja. Apakah perubahan orang memakai pakaian akibat globalisasi telah berdampak positif atau negatif? Jenis pakaian di luar contoh di atas masih banyak. Misalnya, orang meniru pakaian yang sedang ”ngetren” saat itu. Jika di televisi yang sedang ”ngetren” pakaian mini maka banyak masyarakat berpakaian mini. Atau pakaian yang sedang ramai di kalangan remaja yaitu pakaian yang seharusnya anggota badan itu tertutup. Jenis pakaian ini tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat kita, jelas ini akan berdampak negatif. Akan tetapi dari jenis pakaian, arus globalisasi juga berdampak positif. Kini, kita dapat dengan mudah mendapatkan berbagai jenis, baik itu model, bahan atau kualitas dan sebagainya. Trend pakaian ini berkembang pesat di kalangan remaja.

]Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.

  1. Makanan

]Perkembangan Globalisasi juga berpengaruh pada aspek makanan. Yang dulunya makanan dibuat dengan cara sederhana, seperti membuat tempe, tahu, tapai. Kini makanan dapat dibuat dengan cepat. Hal ini membuat makanan yang selama ini kita konsumsi semakin langka dan membuat makanan yang baru kembali beranjak semakin luas yaitu makanan siap saji atau di sebut juga jungfood.

]Masyarakat Indonesia yang ada di kota-kota besar banyak yang mengkonsumsi makanan junk food sebenarnya berasal dari negara lain seperti ayam goreng (Mc Donald), pizza, spaghetti, dan hamburger dari pada makanan tradisional yang sudah jarang terlihat contohnya, kue cucur, kue putu, lontong sayur, ketupan sayur dan masih banyak lagi. Mereka lebih bangga atau menyukai makanan tersebut daripada makanan khas Indonesia seperti nasi gudeg, nasi gandul, nasi pecel dan lain-lain.

]Masyarakat yang beralih selera ke junk food Berawal dari masakan luar yang masuk ke Indonesia seperti halnya burger, pizza, steak, friedchiken, dan yang lainnya. Kemudian segala masakan yang berasal dari daerah lain pun semakin ditinggalkan. Oleh karena itu mulailah banguna resto berdiri ke wilayah-wilayah atau daerah yang membuat makanan tradisional terhapus dengan adanya jungfood.

] Bukan hanya makanan tradisional yang menghilang sekarang pun sudah banyak berdiri supermarket yang menjual segala bahan makanan yang ingin di konsumsi. Oleh sebab itu pasar tradisional sudah jarang kita temui di wilayah kota. Padahal makan atau bahan-bahan masakan yang ingin kita nikmati tidak mengandung zat-zat kimia yang akan merusakan kesehatan kita.

 

  1. Nilai-nilai

] Sebelum terjadi berbagai kemajuan pesat akibat pengaruh globalisasi, masyarakat kita sangat menghargai dan menerapkan nilainilai dan norma-norma yang berlaku sebagai masyarakat Timur. Nilai dan norma yang ditanamkan oleh nenek moyang kita adalah nilai-nilai dan norma-norma yang luhur, seperti sopan santun, tata krama, kerukunan dan sebagainya. Oleh karena itu, kehidupan masyarakat berlangsung secara teratur, alamiah, dan damai. Setelah terjadi arus globalisasi, nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku mulai bergeser. Akibat pengaruh teknologi dan budaya asing, nilai-nilai dalam kehidupan kemasyarakatan seperti nilai kerukunan, gotong royong sekarang ini sudah mulai luntur. Apalagi di kota-kota besar nilai-nilai semacam ini sudah jarang ditemui. Mereka hidup dengan sendiri-sendiri. Namun di pedesaan nilai-nilai seperti itu masih nampak. Dampak negatifnya, masyarakat cenderung lebih bersifat individual.

]Hal ini mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidak pedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.

]Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contohnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.

  1. Tradisi

Tradisi yang berlangsung di masyarakat lama kelamaan luntur. Masyarakat sudah tidak begitu mengikuti tradisi yang ada. Misalnya tradisi ”tedak siti” bagi bayi yang mulai berlatih berjalan, yaitu mulai menempelkan kakinya di tanah. Tradisi ini berlangsung pada suku Jawa! Sebaliknya, masyarakat khususnya generasi muda cenderung menyukai adat dan tradisi asing. Misalnya, lagu pop dari Eropa atau Amerika, lebih disukai daripada lagu daerah atau lagu nasional. Demikian juga pakaian, generasi muda lebih suka memakai pakaian ala barat daripada pakaian tradisional. Upacara adat pernikahan banyak dipengaruhi budaya asing. Mereka banyak yang menyukai pakaian pengantin bergaya Eropa.

Seni tradisi yang berpangkal pada kebiasaan hidup dan budaya masyarakat Indonesia, lambat laun telah tergeser dengan perkembangan zaman. Padahal jika ditilik lebih dekat, semua jenis seni tradisi merupakan bagian dari jiwa masyarakatnya. Pola hidup sederhana yang terwujud dalam karya-karya seni warisan leluhur sudah banyak ditinggalkan oleh generasi yang “menganggap dirinya modern”. Kesenian dalam perwujudan karya yang memiliki nilai estetika tinggi seperti seni ludruk, wayang kulit, tarian tradisional, seni lukis tradisional, olah raga tradisional, dan beberapa seni tradisi lain sudah jarang diminati.
Arus globalisasi telah banyak merubah pola pikir dan pandangan generasi muda Indonesia terhadap nilai-nilai seni tradisional. Yang semula seni tradisi dijadikan kebanggaan bangsa, kini telah berubah menjadi sesuatu yang tak bernilai lagi. Banyak generasi muda Indonesia yang salah dalam menyerap arti globalisasi, mereka lebih mengarah dan terpengaruh dengan “westernisasi”. Hanya sedikit orang yang masih mempertahankan seni tradisi dengan tujuan agar tidak tergerus oleh kemajuan zaman.

Selain itu pula semakin majunya perkembangan jaman saat ini, dapat kita rasakan betapa berkurangannya anak-anak saat ini yang mengenal permainan jaman dahulu yang juga merupakan keanekaragaman tradisi bangsa Indoneisa. Dimana sewaktu jaman orang tua kita lakukan, seperti petak umpet, main lompat tali, congklak, bola bekel dan masih banyak lagi, dan itu hanya beberapanya saja yang sekarang masih di sering kita lihat dan permainkan. tetapi semua itu makin lama akan semakin tergerus oleh jaman, kalau saja kita sebagai penerus bangsa tidak dapat melestarikannya kembali. Tetapi perkembangan jaman semakin maju, semua itu menyebabkan permainan dahulu menjadi punah dan menjadi langka. Sebab permainan saat ini sudah banyak yang mengunakan teknologi canggih, seperti mobil-mobilan dengan menggunakan remot control, PSP dan sebagainya.

  1. Dampak Globalisasi
  2. Dampak Positif

Globalisasi membawa dampak positif dan negatif. Dampak positif dari arus globalisasi, antara lain :
1) Memperkaya unsur-unsur kebudayaan
Sebagai dampak dari derasnya arus informasi dan komunikasi telah membuat makin globalnya nilai-nilai budaya. KFC, Dunkin Donat yang semula jenis makanan lokal sekarang menjadi makanan internasional. Selain itu berjuta-juta orang di dunia bersama-sama menyaksikan pertandingan sepak bola melalui media yang sama yaitu TV. Nilai-nilai budaya yang ada di tiap-tiap negara dapat dinikmati oleh negara-negara lain di dunia, sehingga dampak ini dapat juga memperkaya unsur-unsur kebudayaan di negara Indonesia.

2) Meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi
Dengan adanya globalisasi maka negara yang sudah maju dapat terlihat oleh negara lain. Negara berkembang, seperti Indonesia yang belum maju dapat terpacu untuk lebih meningkatkan pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya anak-anak suatu negara untuk belajar ke negara yang sudah maju dan banyak mendatangkan tenaga-tenaga ahli dalam pembangunan suatu negara.

  1. Dampak Negatif

Dampak negatif dari arus globalisasi, antara lain :
1) lunturnya nilai-nilai dan tradisi lama,
2) mempengaruhi tingkah laku yang cenderung negatif, seperti demo, tawuran antarpelajar, perampokan dan sebagainya,
3) mempengaruhi gaya hidup menjadi bergaya hidup mewah, dan
4) semangat belajar anak-anak menurun, sebab mereka cenderung melihat TV dengan berbagai acara yang menarik.

  1. Sikap Kita terhadap Globalisasi

Globalisasi telah membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat dunia. Tidak ada sekat yang menghalangi terjadinya komunikasi antarindividu. Globalisasi juga telah menyuguhkan banyak informasi yang berasal dari negara lain. Berbagai macam informasi mengalir dari satu tempat ke tempat lain. Banyak hal positif dari pertukaran arus informasi ini kita dapat. Namun juga tidak sedikit hal yang negatif yang terkandung di dalamnya.
Bagaimana sikap kita terhadap globalisasi ini? Globalisasi bisa berdampak positif, bisa juga berdampak negatif. Kita harus pandai atau arif menyikapinya. Kita harus pandai-pandai dalam memilih informasi termasuk film-film dari luar. Informasi atau film dari luar yang baik (positif) kita ambil, sedangkan informasi atau film yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita (negatif) kita buang.

Gaya Hidup Sehat Seperti Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

 

1. Selalu Bangun Sebelum Subuh

Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh,

melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu, sholat subuh berjamaah. Hal ini

memberi hikmah yg mendalam antara lain :

 

– Berlimpah pahala dari ALLAH Subhana Wa Tala

– Kesegaran udara subuh yg bagus untuk kesehatan / terapi penyakit TB

– Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.

 

2. Aktif Menjaga Kebersihan

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu sentiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau

Jumaat beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku,

bersisir dan berminyak wangi. “Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi

setiap orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai

harum-haruman”(HR Muslim).

 

3.Tidak Pernah Banyak Makan

Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam : “Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan

sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak ( tidak sampai

kekenyangan)”(Muttafaq Alaih)

Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara,

sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada

satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk

menyeimbangkan kesehatan.

 

4. Gemar Berjalan Kaki

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad,

mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat

akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan lancar.Ini penting

untuk mencegah penyakit jantung.

 

5. Tidak Pemarah

Nasihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam : “Jangan Marah”diulangi sampai 3 kali. Ini

menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada

jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan

kesehatan jiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :

 

– Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila

duduk maka berbaring

– Membaca Ta ‘awwudz, karena marah itu dari Syaithon

– Segeralah berwudhu

– Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati

 

6. Optimis dan Tidak Putus Asa

Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi

kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras,serta

tawakal kepada ALLAH Subhana Wa Tala.

 

7. Tak Pernah Iri Hati

Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi

iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.

:Ya ALLAH, bersihkanlah hatiku dari sifat sifat mazmumah dan hiasilah

diriku dengan sifat sifat ahmudah.

10 Tips Pola Gaya Hidup Sehat Ini Agar Awet Muda

Kesehatan merupakan anugerah yang tak ternilai harganya namun kadang, kita lupa untuk menjaga dan mensyukurinya. Cara menjalankan pola hidup sehat sebenarnya tidak lah susah, sederhana dan mudah saja untuk dilakukan. Anda hanya perlu memperhatikan kebiasaan kecil sehari-hari dan bila perlu merubahnya supaya lebih berguna bagi kesehatan tubuh

Memiliki badan sehat tidak harus selalu mengeluarkan biaya yang mahal. Namun faktanya, banyak orang rela mengeluarkan biaya besar untuk menjaga penampilan dan kesehatan tubuhnya. Untuk anda yang tidak mau mengeluarkan banyak biaya, lakukan pola hidup sehat mulai dari yang paling sederhana dan yang terpenting, mulailah dari sekarang!

Tips Cara Hidup Sehat Agar Awet Muda

  1. Atur Pola Makan Sehat
    Bila anda ingin memiliki penampilan yang awet muda, pilih makanan berkalori sebagai asupan energi serta untuk menjaga suasana hati dan cukupi makanan yang mampu meningkatkan metabolisme, kesehatan jantung serta mengelola stres.

    Perbanyak makan sayuran beserta akarnya, buah-buahan dengan glikenik rendah (pisang, apel, anggur, jeruk, kiwi, pear), serta makanan yang mengandung protein nabati dan protein tanpa lemak. Jangan menghitung kalori tetapi hitunglah kualitas. Kulit, rambut, kuku, berat badan dan suasana hati akan dipengaruhi oleh pola makan sehat.

  2. Mulailah Bergerak
    Olahraga secara teratur merupakan salah satu cara hidup sehat yang harus dilakukan. Tidak perlu latihan berat yang menguras energi dan waktu, tidak perlu membuang-buang uang dengan pergi ke pusat kebugaran, cukup jalan-jalan rutin di sekitar halaman rumah anda.

    Ingat! Bergerak akan membuat jantung tetap sehat, metabolisme terjaga serta terhindar dari stres. Olahraga ringan yang rutin serta teratur merupakan cermin seseorang melakukan pola hidup sehat sederhana.

  3. Tertawalah
    Percayakah anda jika tertawa bisa membuat awet muda? Selain mampu membakar kalori tanpa disadari, tertawa juga menyehatkan jantung karena akan melatih otot diafragma. Tips pola hidup sehat dengan tertawa sudah banyak dibuktikan keampuhannya untuk membuat anda tetap awet muda.
  4. Pilih Yang Alami
    Merawat penampilan fisik mulai dari wajah, rambut sampai bagian tubuh lain memang sudah menjadi keharusan. Produk-produk kecantikan maupun kesehatan yang anda gunakan bisa saja tidak bersahabat dengan tubuh anda di masa depan.

    Cobalah memakai masker mentimun untuk membersihkan kulit, memanfaatkan madu untuk menghilangkan noda hitam bekas jerawat atau mengkonsumsi jus wortel untuk merawat mata indah anda.

  5. Kurangi Minuman Bersoda
    Minuman berkarbonasi atau bersoda memang menjanjikan sensasi kesegaran yang luar biasa. Apalagi saat panas terik menyengat, anda serasa terjun bebas ke kolam yang penuh air.

    Itulah sugesti yang ditanamkan melalui iklan televisi. Agar anda melupakan gaya hidup sehat dan menimbun gula penyebab kegemukan dalam minuman berkarbonasi.

  6. Minum Lebih Banyak Air
    Sudah berapa gelas air putih yang anda minum hari ini? Tahukah anda, 8 gelas adalah jumlah minimal air yang harus anda minum? Dan tahukah anda arti kata minimal?

    Ya, kita semua masih kurang banyak meminum air putih dalam sehari. Minum sebanyak mungkin air putih adalah cara hidup sehat yang murah, mudah dan ampuh untuk menjaga kesehatan tubuh.

  7. Mulailah Membuat Jus
    Jus buah maupun sayur bisa menjadi cara efektif untuk anda atau anggota keluarga yang tidak suka mengkonsumsi buah dan sayuran secara langsung. Sudah banyak kreasi resep jus buah dengan rasa yang nikmat tanpa mengurangi vitamin atau mineral berguna di dalamnya.

    Menikmati jus secara rutin adalah salah satu cara pola hidup sehat yang mudah untuk dilakukan selain meminum air putih.


GAYA HIDUP REMAJA DI ZAMAN SEKARANG

Gaya hidup merupakan gambaran bagi setiap orang yang mengenakannya dan menggambarkan seberapa besar nilai moral orang tersebut dalam masyarakat di sekitarnya dan bagaimana cara orang tersebut hidup.

Sebagian besar  remaja zaman sekarang itu menyalahgunakan gaya hidupnya. Apalagi remaja-remaja yang tinggal di kota metropolitan. Sebagian besar, mereka lebih mengikuti trend mode di masa kini,seperti contohnya berpakaian seperti orang-orang luar negeri dan bergaya kebarat-baratan. Remaja zaman kini itu selalu dikaitkan dengan zaman dan teknologi. Banyak di sekitar kita wanita yang memakai celana pendek di depan umum yang diajarkan dalam ajaran Islam yaitu harus menutup aurat kecuali telapak tangan dan muka bagi seorang wanita yang beragama Islam. Yang lebih menyedihkan lagi, rata-rata banyak di stasiun televisi yang menghadirkan iklan dengan model-model wanita. Rata-rata dari ujung kepala sampai ujung kaki tubuh wanita hampir ada semua di setiap iklan-iklan di televisi. Seperti contoh bagian rambut yang dipakai untuk iklan shampoo, bagian tangan dan kaki yang dipakai untuk iklan hand and body lotion, dan baju serta busana-busana trend masa kini, dan lain-lain. Otomatis semua yang menonton televisi di seluruh Indonesia akanmenjadi mengikuti trend mode yang sudah di iklankan di televisi. Dan bukanhanya orang-orang di kota metropolitan saja yang mengikuti trend mode zamansekarang bahkan di perkampungan dan perdesaan pun banyak yang mengikutinyaselama mereka menanggapi hal itu dengan negatif.

 

Yang kita tahu bahwa trend mode yang ada di luar negeri itu menyimpang moral. Sedangkan negara Indonesia itu terkenaldengan kesopanan dan budi luhurnya. Kalau kita menanggapi hal ini dengannegatif maka akan berdampak negatif juga untuk penerus kita selanjutnya.

 

Contoh lainnya yang dilakukan orang barat seperti bermabuk-mabukan, rokok, narkoba. Banyaknya remaja terutama kaum adam di zaman sekarang yang sudah mengenal minum-minuman keras, rokok, bahkan narkoba. Mereka beranggapan bahwa jika tidak mengkonsumsi barang-barang tersebut, maka ia akan dinilai sebagai masyarakat yang ketinggalan zaman atau tidak gaul. Ini salah satu contoh yang salah atau tidak baik, karena kalau mereka mengkonsumsi barang-barang haram tersebut bisa merusak kesehatan mereka,apalagi mereka dalam tahap perkembangan, terutama bagi pengguna narkoba, dampak negatif menggunakan narkoba adalah dapat mengalami gangguan syaraf pada otak yang tidak berjalan sempurna, dapat mengalami gangguan mental.

 

 

Untuk itu, di zaman yang serba ada atau modern ini, mari kita sebagai penerus bangsa Indonesia harus memajukan bangsa Indonesia terutama dalam budayanya karena negara Indonesia yang terkenal akan kayanya kebudayaan. Hindari hal-hal yang berdampak negatif, hindari pergaulan bebas, hindari narkoba. Pilihlah teman yang dapat membuat anda cerdas dan selalu mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Boleh kita mengikuti gaya kebarat-baratan asalkan itu mengandung nilai yang positif.

Gaya Hidup

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF POLA HIDUP MODERN

Moderenisasi merupakan masa dimana kehidupan manusia yang mengalami perubahan  mengenai cara pandang terhadap berbagai macam persoalan yang menyangkut suatu individu ataupun kelompok masyarakat dengan melakukan suatu tindakan yang praktis untuk mengatasinya. Dengan konsep kepraktisan tersebut manusia diharapkan bisa berkurang beban pekerjaan yang ditanggungnya.

Adapun dampak positif dari adanya modernisasi:

  1. Manusia diringankan beban pekerjaannya dengan adanya alat-alat tekhnologi informasi dan komunikasi serta sarana transportasi yang serba canggih dan modern.
  2. Gaya hidup delivery order membantu manusia jika ia sibuk namun membutuhkan barang atau makanan yang kondisi tokonya jauh maka ia tinggal memesan apa yang ia butuhkan.
  3. Memperkaya unsur-unsur kebudayaan karena budaya yang datang akan melakukan suatu peleburan budaya dengan budaya yang lama dan menghasilkan budaya yang baru.

Disamping dampak positif ada pula dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya modernisasi. Yaitu:

  1. Adanya modernisasi manusia dimanjakan oleh berbagai macam kecanggihan dan sesuatu hal yang ia butuhkan akan terpenuhi dengan cepat. Hal tersebut akan menimbulkan sifat ketergantungan, dan sifat yang tak mau berusaha keras (Malas).
  2. Terkadang jika kita sering memainkan gadget yang telah kita miliki kita sibuk dengannya sehingga kita lupa dengan waktu kita. Waktu untuk makan dan pemenuhan kehidupan jasmaniah, sosialisasi dengan lingkungan, bahkan relasi kita dengan Tuhan sering terlupakan karena kita jarang beribadah padaNya.
  3. Dengan adanya arus modernisasi manusia akan timbul rasa anti sosial karena ia berpendapat “Walaupun saya tidak bersosialisasi dikehidupan nyata dan tidak diterima di lingkungan saya, saya masih bisa bersosialisasi di dunia maya dan saya dapat diterima dikomunitas yang saya ikuti didunia maya tersebut!”.
  4. Sebelum adanya pengaruh modernisasi, masyarakat sangat menghargai dan menerapkan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku sebagai masyarakat dengan adat dan budaya ketimuran. Seperti sopan santun, tata krama, kerukunan dan sebagainya. Sekarang, nilai-nilai dan norma-norma tersebut mulai bergeser. Akibat pengaruh tekhnologi dan budaya asing, nilai-nilai dalam kehidupan kemasyarakatan seperti nilai kerukunan, gotong royong sekarang ini sudah mulai luntur. Apalagi di kota-kota besar nilai-nilai semacam ini sudah jarang ditemui.
  5. Manusia akan cenderung memiliki sifat sombong atas gaya hidup yang mereka jalani saat ini. Dengan gaya hidup mewah manusia akan mencoba untuk mempamerkan apa yang baru ia miliki kepada orang lain disekitarnya. Serta orang lain tersebut akan tergerak hatinya untuk membeli sesuatu tersebut tanpa melihat kondisi ekonominya yang terpenting ia dapat memiliki hal tersebut yang sama dengan teman-teman sosialnya yang bergaya hidup serba mewah.
  6. Fakta baru mengejutkan bahwa dengan adanya arus modernisasi, Bahwa Tuhan hampir dipensiunkan dari kehidupan ini. Dalam arti kata, manusia tidak lagi memerlukan campur tangan Tuhan dalam mengatasi kehidupannya. Mereka telah menganggap diri mereka sebagai makhluk yang telah dewasa dan bebas menentukan pilihan sesuai dengan kehendak sendiri. Ucapan selamat tinggal kepada Tuhanpun dikumandangkan seiring berlangsungnya proyek modernisme.

Dampak-dampak tersebut akan terus ada seiring dengan adanya gaya hidup modern yang terus berkembang.